Perusahaan Bakrie Diberi Cap 'Gagal Bayar' Utang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • BUMI Resources

    BUMI Resources

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga pemeringkat Standard & Poors (S&P) menurunkan peringkat kredit PT Bumi Resources, lini bisnis utama Grup Bakrie di sektor pertambangan. S&P menurunkan peringkat utang Bumi dari selective default menjadi default atau gagal bayar. (Baca juga: Gelombang Badai Utang Bakrie)

    Menurut analis dari Kredit S&P, Vishal Kulkarni, kredit korporasi Bumi dinyatakan default karena perusahaan ini dinilai tidak mampu membayar kewajibannya, setidaknya selama enam bulan ke depan. "Kami menduga Bumi akan mengalami general default (gagal bayar secara keseluruhan)," kata dia seperti dikutip dari Reuters, Rabu, 3 Desember 2014.

    Penilaian ini didasarkan S&P atas beberapa catatan, salah satunya saat tiga anak usaha Bumi Resources sudah mendapat persetujuan atas restrukturisasi utang dari Pengadilan di Singapura. Tiga perusahaan itu yakni Bumi Investment Pte Ltd, Enercoal Resources Pte Ltd, dan Bumi Capital Pte Ltd yang berbasis di Singapura. Perusahaan-perusahaan itu juga dikabarkan sudah meminta perlindungan dari kreditur di Amerika, setelah menanggung utang Rp 3,7 triliun. Selain itu, Bumi gagal membayar bunga dari utang senilai US$ 700 juta.

    Dalam pemaparan di Jakarta, Rabu, 26 November 2014, Direktur Keuangan Bumi Resources Andrew Christopher Beckham mengatakan jumlah utang perseroan mencapai US$ 3,73 miliar atau sekitar Rp 44,77 triliun. Utang terbesar berasal dari Country Forest Limited Facility sebesar US$ 1,03 miliar. Ini adalah utang dari lembaga keuangan milik China Investment Corporation (CIC). (Baca juga: Utang Bakrie Rp 21,4 triliun dan US$ 5,7 miliar)

    Pada awalnya, kata Beckham, utang kepada CIC mencapai US$ 1,9 miliar dengan tingkat bunga 12 persen. Namun pada tahun 2013 dan 2014 perseroan telah membayar ‎masing-masing US$ 600 juta dan US$ 600 juta. "Tahun depan akan dibayar US$ 700 juta," katanya.

    Beckham yakin kinerja perusahaannya akan terus membaik tahun depan. ‎Dia menargetkan kapasitas produksi batu bara tahun depan mencapai 100 metrik ton. Selain menargetkan peningkatan kapasitas produksi, Bumi juga berencana memangkas utang dan bunga. Bahkan dia menyatakan bahwa perusahaan akan berusaha agar kembali mendapatkan laba dan mampu membagikan dividen.

    FERY F. | FAIZ NASHRILLAH

    Berita Terpopuler
    Gubernur FPI Fahrurrozi Menunggak Iuran Warga
    KPK Iming-imingi Suryadharma Ali Diskon Hukuman
    Misteri Ceceran Duit di Rumah Fuad Amin


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.