Isu Harga BBM Masih Dorong Indeks Saham  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - Analis dari Recapital Securities, Liga Maradona, mengatakan investor di pasar modal masih dilanda optimisme pasca-kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Menurut dia, investor terdorong untuk membeli saham karena yakin pembangunan infrastruktur akan berjalan seusai pengalihan subsidi BBM. (Baca: Laju IHSG Diperkirakan Terus Loyo)

    Pada akhir perdagangan Senin, 24 November 2014, indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 29,72 poin (0,58 persen) ke level 5.141,76. Liga mengatakan alokasi anggaran infrastruktur 2015 yang mencapai Rp 150,991 triliun memancing investor untuk memburu saham emiten berbasis infrastruktur dan semen, seperti Telkom (TLKM), Indocement (INTP), Semen Indonesia (SMGR), dan Tower Bersama (TBIG). 

    Selain itu, investor merespons kebijakan pemangkasan suku bunga bank sentral Cina. Kebijakan ini membangun ekspektasi peningkatan kinerja perekonomian Cina, sehingga investor mengakumulasi saham sektor pertambangan. Setelah spekulasi injeksi stimulus bank sentral Cina sebesar 50 miliar Yuan beredar, investor yakin laju perekonomian Cina pada 2014 bakal terjaga. (Baca: BI Rate Naik, Indeks Saham Semakin Terancam)

    Hari ini, Selasa, 25 November 2014, Liga memperkirakan sentimen positif dari Cina akan berlanjut. Liga menyarankan investor memperhatikan saham pertambangan dan perkebunan. IHSG diperkirakan bergerak terbatas pada level 5.100-5.180.

    MEGEL JEKSON

    Berita Terpopuler
    Salip Paus, Jokowi Masuk 10 Besar Voting TIME

    Pimpinan DPR Ini Tak Mau Teken Interpelasi Jokowi 

    Pembunuh Sri, Jean Alter Incar Tante Kesepian?  





     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.