Gagal di SMA, Menteri Susi Tak Lupakan Almamater

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, yang juga merupakan pengusaha tambak udang yang menyediakan pesawatnya untuk memberikan bantuan bagi korban bencana gelombang tsunami Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), di Halim Perdanakusuma, Jakarta, 25 November 2005. dok TEMPO/ Hendra Suhara

    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, yang juga merupakan pengusaha tambak udang yang menyediakan pesawatnya untuk memberikan bantuan bagi korban bencana gelombang tsunami Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), di Halim Perdanakusuma, Jakarta, 25 November 2005. dok TEMPO/ Hendra Suhara

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Nama Susi Pudjiastuti, pengusaha yang kini menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan, tertoreh secara khusus dalam benak warga SMA Negeri 1 Kota Yogyakarta. Meski gagal lulus dari sekolah bergengsi tersebut, Susi tidak melupakan almamater tempat dia menimba ilmu selama tiga semester itu. (Baca: Drop out SMA, Ini Catatan Akademik Menteri Susi)

    Menurut Kepala SMAN 1 Yogyakarta Rudy Prakanta, Susi memberi sumbangan untuk SMAN 1 Yogyakarta melalui program anjangkarya (study tour) para siswa ke perusahaan miliknya. Program itu berjalan sejak 2000 hingga 2009.

    Pada periode tersebut, para siswa SMAN 1 Yogyakarta rutin mengadakan kunjungan ke PT ASI Pudjiastuti Marine Product, perusahaan pengolahan ikan milik Susi di Pangandaran, Ciamis, Jawa Barat. "Kami mengadakan study tour untuk siswa kelas XI sebanyak lima kali ke Pangandaran," kata Rudy kepada Tempo, Rabu, 29 Oktober 2014. (Baca: Menteri Susi dan Cerita Keras Kepalanya).

    Dalam catatan akademik yang diperlihatkan Rudy kepada Tempo, Susi lolos seleksi masuk SMAN 1 Yogyakarta pada 1980. Saat naik ke kelas II, Susi mengambil jurusan ilmu pengetahuan sosial. Menurut Rudy, saat itu Susi sering sakit. Dia kemudian mengundurkan diri setelah menyelesaikan semester pertama tahun ajaran 1981/1982. Rudy juga mengatakan, berdasarkan cerita mantan guru Susi, perempuan pengusaha itu dulu bukan siswa yang berprestasi menonjol, sehingga aktivitas kesehariannya tidak mudah diingat.

    Dalam dokumen itu, prestasi akademik Susi tampak sedang-sedang saja. Saat duduk di semester pertama kelas I, Susi memperoleh nilai 7 untuk pelajaran agama, moral Pancasila, olah raga dan kesehatan, menggambar, fisika, dan bahasa Jerman. Sebagian nilainya turun menjadi 6 saat semester II. Selama duduk di kelas I, Susi hanya sekali memperoleh nilai 8, yakni pada pelajaran bahasa Indonesia. Pada pelajaran matematika, nilai Susi hanya 5 di semester I dan II. Pada semester pertama kelas II, Susi hanya memperoleh nilai pada dua mata pelajaran, yakni pendidikan keterampilan dan moral Pancasila. Keduanya diberi nilai 7.

    Meski prestasi akademiknya tidak istimewa, Susi kemudian mampu mendirikan PT ASI Pudjiastuti Marine Product dan PT ASI Pudjiastuti Aviation. Keberhasilannya merintis usaha di bidang perikanan dan penerbangan kemudian memikat Presiden Joko Widodo, yang menjadikannya Menteri Kelautan dan Perikanan. (Baca: Gaya Susi Pudjiastuti saat Sertijab Menteri).

    ADHI MAWAHIBUN IDHOM

    Berita Terpopuler
    Hina Jokowi di FB, Tukang Tusuk Sate Ini Ditahan 
    Tak Mau MA Dipenjara, Keluarga Minta Bertemu Jokowi
    Penghina Jokowi di Facebook Unggah Gambar Cabul

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.