Bank Jatim Bukukan Laba Rp 1,05 Triliun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bank Jatim. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Bank Jatim. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 1,05 triliun hingga kuartal III pada 2014 ini. Laba bertambah sekitar 70 persen per Juli lalu atau meningkat 10,28 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2013 (year-on-year).

    "Ini laba tertinggi di antara bank-bank pembangunan daerah di Indonesia," kata Direktur Utama Bank Jatim Hadi Sukrianto kepada wartawan seusai rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) di Hotel Bumi, Surabaya, 27 Oktober 2014. (Baca: Inilah Pemenang Indonesia Banking Award 2014)

    Hingga akhir kuartal III, bank yang melantai di bursa efek dengan kode BJTM ini juga mencatatkan laba bersih Rp 742,89 miliar atau naik 9,08 persen dibandingkan periode yang sama 2013 (year-on-year). Sementara total aset naik 20,24 persen, dari Rp 35 triliun menjadi Rp 42,69 triliun (year-on-year).

    Untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) memberikan kontribusi tertinggi, yakni naik 24,54 persen dari Rp 28,6 triliun menjadi Rp 35,70 triliun. Namun penyaluran Kredit Usaha Rakyat mengalami penurunan, yakni dari 6,96 persen pada September 2013 menjadi 4,32 persen pada September 2014. "Kami akan kaji kembali dan berlaku lebih selektif," kata Hadi. (Baca: Empat Analis Bank Jatim Divonis Bebas)

    Pada RUPSLB kali ini, susunan direksi mengalami perubahan. Direktur Kepatuhan yang sebelumnya dijabat Rudie Hardiono, kini berpindah kepada Eko Antono yang sebelumnya menjabat Direktur Operasional. Sedangkan Rudie kini menduduki posisi lama Eko Antono sebagai Direktur Operasional.

    Perubahan susunan pengurus perseroan tersebut dilakukan setelah melalui proses fit and proper test yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada direktur Bank Jatim. Hasilnya, Bank Jatim direkomendasikan untuk mengubah posisi direktur kepatuhan dan direktur operasional.

    ARTIKA RACHMI FARMITA

    Terpopuler
    Tujuh Pertanyaan Ibas kepada Jokowi
    Ditanya Tugas, Menteri Jokowi Kompak Jawab Begini
    Menteri Jokowi Tak Sepenuhnya Bersih
    Alumnus UI Dominasi Kabinet Kerja Jokowi-JK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.