Rawan Longsor, Rute Tol Cisumdawu Bakal Digeser  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • MenPU Djoko Kirmanto (kedua kiri), didampingi Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (kiri), Bupati Sumedang, Don Murdono (ketiga kiri), dan Dirjen Bina Marga KemenPU Djoko Murjanto (kanan), meyaksikan  dimulainya  pembangunan jalan tol  di Desa Tanjung Sari, Sumedang, Jawa Barat, Kamis (29/11). ANTARA/Ujang Zaelani

    MenPU Djoko Kirmanto (kedua kiri), didampingi Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (kiri), Bupati Sumedang, Don Murdono (ketiga kiri), dan Dirjen Bina Marga KemenPU Djoko Murjanto (kanan), meyaksikan dimulainya pembangunan jalan tol di Desa Tanjung Sari, Sumedang, Jawa Barat, Kamis (29/11). ANTARA/Ujang Zaelani

    TEMPO.CO, Bandung - Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengajukan revisi rute Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) Seksi II. "Ada potensi longsor, kami usulkan untuk digeser," kata Deddy di kantornya, Bandung.

    Menurut Deddy, rute yang akan digeser panjangnya 2 kilometer dan terletak di Kabupaten Sumedang bagian utara, memotong kawasan Cadas Pangeran. Lahan di wilayah tersebut kini tengah dibebaskan oleh PT Jasa Sarana. Jika usulan ini disetujui, pembangunan konstruksi jalan tol bakal lebih murah. "Jika dipaksakan, biaya konstruksinya lebih mahal," ujar Deddy, Senin, 20 Oktober 2014. (Baca: Cisumdawu I Utamakan Alternatif Cadas Pangeran)

    Namun, kata Deddy, keputusan menggeser rute tersebut harus dibahas lebih lanjut. Sebab, PT Jasa Sarana sudah memberikan uang muka ganti rugi lahan. Deddy pun mengusulkan ganti rugi lahan di rute lama diteruskan. Lahan tersebut, kata dia, bisa digunakan untuk membangun rel kereta di pinggir jalan tol.

    Keputusan menggeser rute Jalan Tol Cisumdawu akan dibahas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kementerian Pekerjaan Umum, dan PT Jasa Sarana sebagai penyandang dana pembebasan lahan.

    Kepala Dinas Bina Marga Jawa Barat Guntoro mengatakan lokasi yang akan digeser berada di Desa Girimukti dengan kontur perbukitan. Rencananya, ada bagian dari jalan tol seksi II yang akan memiliki terowongan sepanjang 500 meter, menembus perbukitan Cadas Pangeran. Terowongan itu awalnya dirancang menembus perut bukit sepanjang 1 kilometer, tapi kemudian jarak itu dikurangi. (Baca: Tol Cisumdawu Bisa Bantu Mudik Lebaran 2014 )

    Konstruksi terowongan itu diperkirakan memiliki diameter 30 meter untuk menampung badan jalan tol selebar 14 meter. Pembangunan terowongan itu menjadi bagian dari pembangunan Jalan Tol Cisumdawu Seksi II dari Tanjungsari menuju perbatasan Kota Sumedang sepanjang 17,51 kilometer. Pemerintah Jawa Barat menargetkan pembangunan seksi II rampung pada 2017.

    Secara keseluruhan, Jalan Tol Cisumdawu memiliki panjang 60,1 kilometer. Pembangunan fisik jalan tol itu dibagi dalam enam segmen, yakni Cileunyi-Tanjungari (9,8 kilometer), Tanjungari-Sumedang (17,5 kilometer), Sumedang-Cimalaka (3,73 kilometer), Cimalaka-Legok (6,96 kilometer), Legok-Ujungjaya (16,35 kilometer), dan Ujungjaya-Kertajati (4 kilometer). (Baca: Tol Cisumdawu Ditargetkan Selesai 2017)

    AHMAD FIKRI

    Berita Terpopuler
    Surat Terbuka Anas Urbaningrum untuk Jokowi
    Pelantikan Presiden: SBY Menangis, Jokowi Kaku 
    Misteri Amien Rais yang Absen di Pelantikan Jokowi 
    'Amien Rais Tidak Peduli Agenda Kebangsaan'  



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).