Analis: Laju Rupiah Mengkhawatirkan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Analis Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada memperkirakan laju rupiah berada pada zona merah. "Meski sempat menguat tipis," ujar Reza, Selasa, 14 Oktober 2014. (Berita lain: Tiga Tip Bos Facebook untuk Internet Murah)

    Menurut dia, pemberitaan normalisasi kebijakan The Fed menyumbang sentimen negatif bagi penguatan rupiah. "Pelaku pasar cenderung masih mentransaksikan mata uang dolar AS," ujar dia. Padahal, menurut Reza, sentimen yang ada saat ini melemahkan dolar AS. (Baca juga: Berapa Kekayaan Bos Facebook Saat Ini?)

    Ia mengatakan Wakil Gubernur The Fed S. Fisher telah memberitahukan melambatnya ekonomi global yang akan membuat The Fed menahan suku bunga. "Tetapi pelaku pasar lebih melihat dampak dari akan berakhirnya program stimulus The Fed," ujar dia. Berakhirnya program stimulus The Fed dinilai akan mengurangi suplai dolar. (Baca juga: Tol Jombang-Mojokerto Tahap Pertama Diresmikan)

    Menurut Reza, hal itu akan membuat nilai dolar AS berbalik naik. Pada kondisi itu, ia memprediksi laju rupiah akan berada di bawah level resisten Rp 12.197 per dolar AS. "Sentimen yang ada belum cukup kuat membawa laju rupiah menguat signifikan." Ia memperkirakan rupiah masih akan bergerak flat dengan kecenderungan naik tipis. Kurs tengah BI akan berada pada Rp 12.213-12.196.

    DINI PRAMITA

    Terpopuler

    Sri Mulyani Calon Menteri, DPR: Rakyat Dikibuli
    SDA: Saya Kecewa Ditelikung Fraksi PPP
    Kabinet Jokowi, Nama Sri Mulyani dan Jonan Mencuat
    Bertemu Jokowi, Mark Zuckerberg Tanggalkan Hoodie


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.