Subsidi BBM Sehari Setara Harga Pesawat Sukhoi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo (kanan) bersama Gubernur Kalimantan Timur Awang Farouk Ishak meresmikan jaringan ditribusi gas bumi untuk rumah tangga di Desa Tanjung Limau, Bontang, Kalimantan Timur, Rabu (30/1). ANTARA/Dhoni Setiawan

    Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo (kanan) bersama Gubernur Kalimantan Timur Awang Farouk Ishak meresmikan jaringan ditribusi gas bumi untuk rumah tangga di Desa Tanjung Limau, Bontang, Kalimantan Timur, Rabu (30/1). ANTARA/Dhoni Setiawan

    TEMPO.CO, Bojonegoro - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Susilo Siswoutomo menyayangkan banyaknya anggaran negara yang habis untuk menyubsidi bahan bakar minyak. Ratusan triliun dana menguap karena dipakai sebagai subsidi BBM. 

    "Subsidi BBM seperti menggarami laut, habis dibakar begitu saja," katanya di sela peresmian Fasilitas Produksi Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu, 8 Oktober 2014. (Baca: September, Kuota BBM Bersubsidi Tinggal 24,14 Persen)

    Susilo mengatakan subsidi BBM yang dikucurkan pemerintah sudah mendekati Rp 1 triliun per hari. Dana tersebut akan lebih berguna jika dipakai untuk investasi atau kegiatan produktif lain. "Pada saat saya menghadiri hari ulang tahun TNI, ternyata harga kapal selam cuma Rp 3 triliun, pesawat Sukhoi Rp 1 triliun. Kita puasa BBM bersubsidi 3 hari sudah bisa dapat kapal selam, puasa sehari dapat Sukhoi," ujarnya. (Lihat: Solar Habis di Kupang, Antrean Truk Mengular)

    Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2014 menetapkan belanja subsidi BBM Rp 246,5 triliun atau 13,13 persen dari total belanja negara sebesar Rp 1.876,9 triliun. Pada 2015, belanja subsidi BBM dialokasikan Rp 276,1 triliun atau 13,53 persen dari total belanja negara sebesar Rp 2.039,5 triliun.

    BERNADETTE CHRISTINA MUNTHE 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.