OJK Minta Perang Suku Bunga Tinggi Dihentikan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Papan informasi suku bunga deposito di salah satu bank di Jakarta, Rabu (4/3). Lembaga penjaminan simpanan menurunkan suku bunga yang dijamin 50 basis poin untuk simpanan rupiah menjadi sembilan persen pada bank umum. Tempo/Panca Syurkani

    Papan informasi suku bunga deposito di salah satu bank di Jakarta, Rabu (4/3). Lembaga penjaminan simpanan menurunkan suku bunga yang dijamin 50 basis poin untuk simpanan rupiah menjadi sembilan persen pada bank umum. Tempo/Panca Syurkani

    TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta kalangan perbankan segera menghentikan perang suku bunga atau hasil imbal yang tinggi dalam menghimbun dana pihak ketiga (DPK) di tengah masih terkendalinya likuiditas perbankan saat ini. "Jangan sampai ada persepsi perbankan kita kesulitan likuiditas. Itu enggak ada," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Nelson Tampubolon di kantornya, Selasa, 30 September 2014.

    Menurut Nelson, perang suku bunga antar-bank ini dipicu oleh meningkatnya persaingan untuk meraup perolehan DPK sebanyak-banyaknya. "Makanya walaupun enggak kesulitan likuiditas, bank ingin tetap mempertahankan nasabahnya agar tak pindah ke bank lain," ujarnya. (Baca:OJK Tetapkan Batas Atas Suku Bunga Perbankan)

    Kondisi itu, kata Nelson, berdampak pada tingginya biaya perbankan, perlambatan ekspansi kredit, peningkatan risiko kredit, penurunan aktivitas perekonomian, hingga terhambatnya pertumbuhan ekonomi. "Ini ada campur tangan juga dari pemilik dana yang cenderung memberikan tekanan," kata dia.

    Statistik Perbankan Indonesia (SPI) mencatat tren suku bunga DPK perbankan hingga Juli 2014 berada di angka 8,67 persen atau di atas suku bunga acuan BI sebesar 7,50 persen. Sedangkan suku bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) maksimal sebesar 7,75 persen. (Baca:Juli 2014, BI Rate Kembali Bertahan 7,5 Persen )

    Angka ini menempatkan suku bunga deposito Indonesia jauh mengungguli suku bunga Malaysia, Singapura, dan Thailand yang berada pada kisaran 2-4 persen dengan suku bunga kredit 3-7 persen. Di Indonesia, suku bunga kredit berada di kisaran 11,25-13,30 persen untuk korporasi dan 16-23 persen untuk mikro. "Jelas kita tertinggi," kata Nelson.

    JAYADI SUPRIADIN

    Berita Terpopuler:
    Koalisi Prabowo Usulkan Pilpres oleh MPR Lagi
    Penjual Kue Putu di Malang Tantang Amien Rais
    Koalisi Merah Putih Targetkan Revisi UU KPK
    Kejutan, Maria Londa Rebut Emas Asian Games


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekaman 8 Menit 46 Detik Drama Kematian George Floyd

    Protes kematian George Floyd berkecamuk dari Minneapolis ke berbagai kota besar lainnya di AS. Garda Nasional dikerahkan. Trump ditandai oleh Twitter.