Demi Solar, Petani Madiun Menginap di SPBU

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Antrean jerigen saat pengisian BBM bersubsidi. ANTARA FOTO

    Antrean jerigen saat pengisian BBM bersubsidi. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Madiun - Sejumlah petani di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, terpaksa menginap di stasiun pengisian bahan bakar umum demi mendapatkan solar bersubsidi yang langka sejak Kamis pekan lalu. "Semalam saya dan beberapa petani lain tidur di sini," kata Adi Sukarno, salah satu petani yang antre di SPBU Desa Klitik, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, Rabu, 27 Agustus 2014.

    Adi dan petani lainnya memilih bermalam di SPBU itu karena khawatir tidak kebagian jatah saat solar yang dikirim oleh PT Pertamina tiba di SPBU. Lebih-lebih, ratusan jeriken milik mereka telah tertata memanjang di dekat pompa bahan bakar sejak Selasa siang, 26 Agustus 2014. "Kalau ditinggal bisa-bisa petugas pom bensin tidak mengisikan solar ke jeriken yang sudah berderet ini," katanya. (Baca:Angkot Pangkas Jam Kerja, Organda Hitung Kerugian )

    Meski harus menunggu hingga hampir 24 jam, para petani tetap tidak bisa mendapatkan solar dalam jumlah banyak. Pihak SPBU membatasi pembelian maksimal Rp 100 ribu.

    Menurut Adi, solar itu akan digunakan sebagai bahan bakar pompa penyedot air untuk irigasi sawah mereka yang mengering. Saat ini, kebutuhan air untuk sawah meningkat lantaran padi mereka telah berusia 30-40 hari. (baca: Premium Lancar, Pasokan Solar di Pekanbaru Seret )

    Sarino, petani lain yang juga mengantre di SPBU Desa Klitik, mengatakan padi yang berusia 30-40 hari membutuhkan banyak air. Bila kebutuhan air tidak tercukupi, tanaman pangan itu terancam mati dan petani akan mengalami kerugian. "Makanya kami rela antre seperti ini," ujar Sarino kepada Tempo dalam kesempatan yang sama.

    Pengawas SPBU Desa Klitik, Arif Sasmito, menyatakan tidak mampu memenuhi kebutuhan petani dalam jumlah banyak. Sebab, jatah solar yang dikirim oleh PT Pertamina lebih sedikit daripada permintaan yang diajukan. Kemarin, SPBU itu hanya mendapatkan solar 8 kiloliter padahal permintaan pengirimannya 40 kiloliter. "Makanya jatah bagi petani harus diratakan. Kalau untuk kendaraan, kami tidak membatasi pembelian," kata Arif. (Baca:Di Bandung, Premium Dibatasi Rp 50 Ribu per Mobil)

    NOFIKA DIAN NUGROHO
    Baca juga:
    Jokowi Belum Tawari Muhaimin Jabatan Menteri
    Ahok Sebut Jokowi Baru Tiga per Empat Presiden
    KPK, Polri, dan Kemenkeu Bahas Sektor Tambang
    Prabowo: Kalian Berkhianat? Dapat Apa dari Jokowi?



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.