Pasar Tunggu Perubahan Koalisi Parpol  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wartawan mengecek pergerakan saham pada komputer tablet di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, 7 Juli 2014. TEMPO/Tony Hartawan

    Wartawan mengecek pergerakan saham pada komputer tablet di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, 7 Juli 2014. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kemenangan pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden terpilih sudah diprediksi sejak jauh hari oleh pasar. Itu sebabnyaq, menurut Direktur PT Investa Saran Mandiri Hans Kwee, pelaku pasar sudah melakukan aksi pasar sebelum Mahkamah Konstitusi membacakan putusan sengketa hasil pemilihan presiden 2014. "Makanya pasar (sesudah putusan MK) cenderung terkoreksi," kata Hans Kwee ketika dihubungi, Senin, 25 Agustus 2014. (Baca:Penguatan Indeks Diprediksi Tertahan)

    Hans memprediksi pergerakan bursa kembali meningkat jika komposisi koalisi pemerintahan di kubu Joko Widodo-Jusuf Kalla berubah. "Pemerintahan akan efektif bila koalisi lebih dari 51 persen. Saat ini, kan, komposisinya Jokowi 40 persen, dan koalisi Prabowo 60 persen," kata Hans. (Baca:Efek Jokowi Tak Bisa Angkat IHSG dari Zona Merah)

    Menurut Hans, pergeseran partai pendukung koalisi ke pemerintahan ini akan menjadi sentimen positif terhadap perdagangan pasar pekan ini. "Butuh koalisi partai lebih dari 51 persen, dan ini tergantung partai mana yang akan bergeser," ujarnya. (Baca:Usai Putusan MK, Jokowi Bisa Segera Garap RAPBN )

    Hans memprediksi pasar tertekan bila anggota Koalisi Merah Putih, yang mendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, tidak merapat ke Jokowi. Menurut dia, pergeseran partai pendukung koalisi ini akan berdampak bagi ekspektasi pasar atas pemerintahan yang baru.

    MAYA NAWANGWULAN

    Berita Terpopuler :

    Jokowi Kalah Rapi Ketimbang Paspampres
    Unimog Milik Massa Prabowo Harganya Rp 1-2 Miliar 
    Begini Spesifikasi Calon Tunggangan Jokowi 
    Partai Pro-Prabowo Mulai 'Bergerilya' Pekan Depan 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?