PU 'Bersihkan' Kontraktor Asing di Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja konstruksi bekerja pada sebuah bangunan yang menjulang di atas kawasan bisnis di Sudirman, Jakarta,  17 Juni 2014. Dimas Ardian/Getty Images

    Pekerja konstruksi bekerja pada sebuah bangunan yang menjulang di atas kawasan bisnis di Sudirman, Jakarta, 17 Juni 2014. Dimas Ardian/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum merevisi Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2011 tentang Izin Badan Usaha Asing. Kepala Badan Pembinaan Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum Hediyanto W. Husaini mengatakan revisi peraturan tersebut saat ini masih dibahas di Sekertaris Jenderal Kementerian. "Akan kami perketat kontraktor asing yang bekerja di sini," katanya saat ditemui di kompleks Kementerian Pekerjaan Umum, Jumat, 22 Agustus 2014.

    Menurut dia, kontraktor asing yang bekerja di Indonesia akan diseleksi kualitasnya. Hediyanto berujar, Badan Pembina Konstruksi tidak akan memperpanjang izin kontraktor asing yang tidak mengerjakan proyek dalam jangka waktu tiga tahun. "Izin kontraktor yang tidak aktif selama tiga tahun akan kami putus," tuturnya.

    Badan Pembina Konstruksi mensyaratkan kontraktor asing memperbaharui izinnya tiap tiga tahun sekali dalam peraturannya. Menurut Hediyanto, kontraktor yang tidak aktif ini merugikan pemerintah karena tidak memberikan transfer teknologi dan skill kepada kontraktor lokal. Selain itu, kontraktor asing yang "mengelabui" pemerintah dengan mencantumkan kerja samanya dengan kontraktor lokal juga akan diputus masa kerjanya.

    "Aktif tapi tidak betul bekerja sama dengan orang Indonesia juga sama. Mereka yang mencantumkan nama orang Indonesia tetapi tidak melibatkan orang kita dalam mengambil keputusan," katanya. "Banyak kontraktor Indonesia yang jadi sleeping partner mereka saja."

    Sayangnya, Hediyanto tidak menyebutkan jumlah kontraktor asing yang saat ini "main-main" dengan peraturan pemerintah. Jumlah kontraktor asing pada 2013, menurut Hedi, sebanyak 302. Sedangkan posisi terakhir jumlah kontraktor asing di Indonesia ada 298. Dia menuturkan tidak menutup kemungkinan kontraktor asing akan berkurang pada tahun mendatang dengan adanya perubahan rencana tersebut. "Kami tidak bermaksud mempersulit. Kami ingin ada kontraktor asing berkualitas di sini," tuturnya.

    ALI HIDAYAT

    Topik terhangat:
    ISIS | Pemerasan TKI | Sengketa Pilpres | Pembatasan BBM Subsidi

    Berita terpopuler lainnya:
    MK Tolak Seluruh Gugatan Prabowo 
    SBY Merasa Dituduh Merecoki Jokowi
    Jokowi dan JK Mulai Silang Pendapat Soal Kabinet
    Usai Sidang MK, Adik Prabowo Mantu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.