Elpiji Langka, ESDM Salahkan Distributor Akhir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga mengangkut gas elpiji 12 kg, setelah antre selama 2 jam, di salah satu penyalur elpiji besar di Bandung, Jawa Barat, (10/5). Hampir sepekan kelangkaan terjadi, sehingga harga di tingkat pengecer mencapai Rp 100 ribu/tabung. TEMPO/Prima Mulia

    Seorang warga mengangkut gas elpiji 12 kg, setelah antre selama 2 jam, di salah satu penyalur elpiji besar di Bandung, Jawa Barat, (10/5). Hampir sepekan kelangkaan terjadi, sehingga harga di tingkat pengecer mencapai Rp 100 ribu/tabung. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Saleh Abdurrahman menyebut kelangkaan elpiji sering kali disebabkan oleh gangguan yang dialami penyalur akhir di permukiman. Gangguan yang dialami distributor terakhir, kata dia, sering kali karena faktor teknis seperti proses pengiriman. (Baca: Harga Akan Naik, Elpiji Mulai Langka di Pasaran)

    "Biasanya, karena genangan air, banjir di jalan, mobil (pengangkut) belum tersedia yang menyebabkan distribusi terganggu," tuturnya saat dihubungi, Selasa, 12 Agustus 2014.

    Saleh menuturkan, selama pasokan dari Pertamina masih ada, kelangkaan elpiji seharusnya tidak terjadi. Dia mengatakan hingga kini belum ada hal fundamental yang menyebabkan pasokan terganggu dan langka. Menurut dia, akhir bulan lalu, pasokan gas elpiji masih cukup. "Saat ini tidak ada gangguan suplai sebenarnya." (Baca: Elpiji 12 Kg Naik, Konsumen Pindah ke Gas Subsidi)

    Namun Saleh tak menutup kemungkinan jika penyebab kelangkaan yang terjadi pada setiap rencana kenaikan harga elpiji adalah oknum. "Tapi jangan digeneralisir. Saya kira tergantung skala kelangkaannya. Kalau terus berlanjut, itu ada yang nakal. Tapi, kalau sementara, ini karena faktor distribusi."

    Menjelang Pertamina menaikkan harga elpiji 12 kilogram, pasokan gas nonsubsidi itu mulai langka di pasaran. Sejumlah pedagang mengeluhkan pasokan elpiji kemasan 12 dan 3 kilogram yang berkurang. Berdasarkan pantauan Tempo di sejumlah toko, pengecer, dan minimarket di Jakarta Selatan, rak stok elpiji tampak hanya diisi beberapa tabung kosong.

    Aji, 32 tahun, pemilik toko sembako di Pasar Kebayoran Lama mengatakan pasokan gas elpiji mulai langka jelang Lebaran lalu. Akibatnya, Aji terpaksa menaikkan harga. "Lebaran kemarin, elpiji susah dicari. Sekarang sudah mulai normal, tapi masih sedikit stoknya," ujarnya, Senin, 11 Agustus 2014. (Baca: ESDM Akui Gas Melon Laris Bila LPG Naik)

    ALI HIDAYAT

    Berita Terpopuler:
    Rini Soemarno Bicara soal Hubungan dengan Megawati 
    Penyebab Hilangnya Suara Jokowi-Kalla Belum Jelas 

    Lima Pemain MU Ditendang, Kagawa Aman

    Benarkah Megawati Ikut Memilih Tim Transisi? 

    5 Hal Kontroversial tentang Syahrini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.