Debat, Hatta Keliru Sebut Harga Baru Gas Tangguh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hatta Rajasa. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Hatta Rajasa. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden dari poros Partai Gerindra, Hatta Rajasa, terdengar menyinggung keberhasilan pemerintah dalam renegosiasi kilang gas Tangguh di Papua dalam debat tadi malam. "Baru saja saya mendengar uraian dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik bahwa harga baru gas Tangguh kini menjadi US$ 12 per mmBtu," ujarnya dalam sesi debat di Hotel Bidakara, Sabtu malam, 5 Juli 2014.

    Jawaban Hatta tersebut mengomentari pertanyaan calon wakil presiden dari poros Partai PDI Perjuangan, Jusuf Kalla, yang meminta penjelasan tentang adanya mafia migas dalam pengelolaan sektor migas di Indonesia. (Baca: Hatta Dilaporkan Terkait Mafia Migas)

    Tapi rupanya uraian Hatta ihwal harga baru gas Tangguh saat debat kemarin berbeda dengan pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik saat mengumumkan hasil renegosiasi gas Tangguh. "Harga baru gas Tangguh pada tahun ini disepakati sebesar US$ 8 per mmBtu dari harga sebelumnya yang hanya US$ 3,3 per mmBtu," ujar Jero pekan lalu di Kementerian ESDM.

    Harga baru gas Tangguh yang disebutkan Hatta Rajasa baru benar apabila merujuk pada perhitungan harga pada 2016. "Dalam renegosiasi kontrak disepakati harga Japan Crude Cocktail (JCC) tidak lagi dikunci, sehingga dengan formula perhitungan tertentu harga gas Tangguh akan mencapai US$ 12 per mmBtu dengan patokan harga JCC US$ 100 per barel pada 2016," kata Jero.

    RAYMUNDUS RIKANG R.W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.