Setelah Meroket, Saham Twitter Akhirnya Anjlok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ahli saham Glenn Carell, yang menangani penawaran saham perdana Twitter, bekerja di posnya di Bursa Saham New York, Kamis (7/11). Twitter menetapkan harga AS $26 atau sekitar Rp 296 ribu per lembar saham untuk penawaran saham perdananya. AP/Richard Drew

    Ahli saham Glenn Carell, yang menangani penawaran saham perdana Twitter, bekerja di posnya di Bursa Saham New York, Kamis (7/11). Twitter menetapkan harga AS $26 atau sekitar Rp 296 ribu per lembar saham untuk penawaran saham perdananya. AP/Richard Drew

    TEMPO.CO, Jakarta - Euforia berakhir, saham Twitter Inc. akhirnya jatuh 7,2 poin dalam penutupan bursa di New York, Jumat 8 November 2013 atau Sabtu 9 November WIB.

    Setelah IPO tiga hari lalu, saham situs microblogging itu sempat meroket hampir dua kali lipat dari harga perdananya sebesar US$26 menjadi US$ 44,9 per saham. Alhasil, dalam aksi korporasinya itu, Twitter berhasil meraup dana segar US$ 2,09 miliar atau sekitar Rp 22 triliun. Angka sebesar itu mengantarkan Twitter menjadi perusahaan teknologi dengan raupan dana terbesar sejak Facebook menjalani debutnya, tahun lalu.

    Namun, harga saham perusahaan yang berbasis di San Fransisco itu anjlok ke level US$ 41,65 per saham pada penutupan perdagangan di New York Jumat 8 November 2013. "Pasar masih mencari bentuk idealnya," kata Brian Wieser, analis Pivotal Research Group LLC di New York seperti dikutip Bloomberg. Ia menambahkan, "Itu jelas IPO yang sangat sukses, tapi seiring waktu orang akan membuat penilaian."

    Langkah Twitter melantai di bursa setidaknya telah menyita perhatian investor selama dua pekan terakhir. Melalui IPO, perusahaan pengelola jejaring sosial 140 karakter itu mencari dana untuk menghasilkan lebih banyak iklan untuk para penggunanya yang mencapai 230 juta di seluruh penjuru dunia.

    PINGIT ARIA

    Terpopuler
    Tamu Tengah Malam di Rumah Hakim Vica 
    Pengamat: Aburizal Takut Jokowi Nyapres 
    Saksi: Istri Piyu Tabrak Rumah Adiguna 
    Jokowi: Biar Orang Kapok Masuk Busway


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fitur Stiker

    Fitur "Add Yours" Instagram dapat mengundang pihak yang berniat buruk untuk menggali informasi pribadi pengguna. User harus tahu bahaya oversharing.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)