Rabu, 14 November 2018

Serba Pertama di Bandara Kualanamu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bandara Internasional Kualanamu Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, (4/7).  ANTARA/Septianda Perdana

    Bandara Internasional Kualanamu Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, (4/7). ANTARA/Septianda Perdana

    TEMPO.CO, Medan - Bandar Udara Internasional Kualanamu memiliki banyak fasilitas baru. Dua di antaranya fasilitas check-in yang telah dilengkapi teknologi baggage handling system (BHS) dan fasilitas kereta api bandara.

    Kualanamu secara resmi mulai dioperasikan pada Kamis, 25 Juli 2013. Pengoperasian bandar udara yang berlokasi di Deli Serdang, Sumatera Utara, ini ditandai dengan dimulainya penerbangan kedatangan maupun keberangkatan penumpang pagi ini. “Dari sisi bandara dan sisi udaranya sudah 100 persen,” ujar Menteri BUMN Dahlan Iskan di lokasi.

    Terkait dengan berbagai kekurangan dari sisi fasilitas dan prasarana, seperti akses menuju bandara yang belum rampung dan penerangan jalan umum yang minim, akan terus dievaluasi. Dahlan mengakui semula ada kekhawatiran dalam pengoperasian Bandara Kualanamu ini dari sisi teknis. Dengan demikian, beberapa pihak meminta agar pengoperasian bandara ini ditunda setelah Lebaran. “Ternyata pagi ini semua lancar, pesawat terbang sesuai jadwal,” kata Dahlan.

    Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Tri S. Sunoko menambahkan, proses pemindahan seluruh peralatan pendukung operasional maupun komponen lain dari Polonia ke Kualanamu dilakukan secara maraton hingga 24 Juli tengah malam, termasuk pesawat-pesawat yang akan melakukan penerbangan pada pagi hari tanggal 25 Juli. Bandara Polonia resmi ditutup Rabu, 24 Juli, pukul 24.00.

    Pembangunan Bandara Kualanamu menghabiskan dana Rp 5,8 triliun, dengan luas fisik bandara 1.365 hektare dan luas terminal 118.930 meter persegi. Kapasitas penumpang mencapai 8 juta orang, atau hampir 10 kali lipat dari jumlah penumpang maksimal Polonia. Pada pengembangan lanjutan yang telah diprogramkan, kata Tri, Kualanamu didesain mencapai kapasitas maksimal untuk melayani hingga 22,1 juta pergerakan penumpang per tahun.

    Tri Sunoko berharap seluruh pihak yang berkaitan langsung dengan kegiatan pelayanan di Bandara Kualanamu ikut mensosialisasikan pengalihan ini. Dengan begitu, pengguna jasa bandara dapat segera beradaptasi terhadap kondisi, sistem dan pola pelayanan, fasilitas, hingga masalah jarak dan waktu tempuh ke bandara. Ia khawatir adanya sejumlah fasilitas baru dan pola pelayanan yang berbeda akan berdampak terhadap kelancaran dan kenyamanan pengguna jasa.

    Fasilitas bagasi otomatis ini merupakan yang pertama di Indonesia. Selain memiliki tingkat pendeteksi keamanan tertinggi (level 5), teknologi ini memungkinkan penumpang untuk melakukan pendaftaran bagasi di counter mana pun tanpa takut barangnya tertukar pesawat atau jadwal penerbangan.

    Untuk mencapai Kualanamu yang berjarak sekitar 39 kilometer dari pusat Kota Medan, para penumpang memiliki banyak pilihan moda transportasi. Mulai dari kendaraan pribadi, taksi, bus, hingga kereta api dari stasiun besar Medan. Fasilitas kereta api ini merupakan yang pertama di Indonesia. Bandara terbesar kedua setelah Bandara Soekarno-Hatta ini akan menjadi hub penerbangan internasional untuk kawasan regional Asia.

    Kualanamu juga dilengkapi fasilitas modern lain yang sebelumnya tidak ada di Polonia. Antara lain delapan garbarata (avio bridge) yang akan menghubungkan penumpang langsung dari area keberangkatan di dalam terminal menuju kabin pesawat.

    Ruang tunggu (boarding lounge) yang luas dan memisahkan antara penumpang penerbangan domestik dan internasional juga menjadi hal baru yang akan dirasakan pengguna jasa. Kualanamu juga memiliki area komersial luas di tiga lantai yang ada.

    Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 181 merupakan pesawat pertama yang terbang dari Kualanamu. Pesawat tujuan Jakarta ini terbang pada pukul 05.15 WIB.

    JONIANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?