Suswono Bantah Terlibat Kasus Suap Impor Daging  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertanian Indonesia Ir. H. Suswono, MMA. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Pertanian Indonesia Ir. H. Suswono, MMA. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertanian Suswono membantah dirinya terlibat dalam dugaan kasus suap proyek impor daging sapi dari dua perusahaan, yakni PT Indoguna dan PT BNA. "Tidak, saya tidak terlibat. Kemarin saya rapat di sini sampai jam 11.00, ada rapim," katanya di Kementerian Pertanian, Rabu, 30 Januari 2013.

    Suswono pun membantah jika dirinya diduga bekerja sama dengan petinggi partai untuk merealisasikan suap proyek impor daging tersebut. "Tidak pernah, saya bekerja profesional. Silakan saja tanya pada dirjen-dirjen di sini," katanya.

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya menangkap tiga orang yang diduga terlibat dalam proyek korupsi kuota impor daging di Kementerian Pertanian. Proyek tersebut diduga melibatkan Suswono dan Presiden PKS, Lutfi Hasan Ishaaq.

    Suswono mengatakan, penangkapan yang dilakukan KPK tersebut pasti akan berlanjut dengan proses hukum yang sewajarnya. "Tentu kalau menangkap kan ada dasarnya. Makanya tentu sesegera mungkin diproses hukum," katanya.

    Politikus PKS ini mendesak agar KPK membuka kasus dugaan suap proyek kuota impor. "Artinya, dia sudah punya alat bukti, kan. Nah, jadi saya dukung penuh. Justru saya minta dibuka seluas-luasnya," katanya. Ia mengaku tidak mengetahui PT Indoguna dan PT BNA karena jumlah perusahaan pengimpor cukup banyak.

    Sekali lagi Suswono menegaskan bahwa dia selalu bersikap profesional dalam berhubungan dengan importir. "Saya bahkan sudah bilang ke Dirjen. Importir yang mau menjual surat dicoret saja. Importir harus betul-betul mereka yang menjadi pelaku usaha yang benar dan memenuhi syarat," katanya.

    ANANDA TERESIA

    Berita Terkait:
    KPK Masih Simpan Nama Empat Terduga Penyuap 

    Kantor yang Digeledah KPK Importir Daging 

    KPK Sita 2 Plastik Penuh Duit Pecahan Rp 100 Ribu 

    KPK Geledah Sebuah Kantor di Pondok Bambu

    Satu Pelaku Suap yang Ditangkap KPK Diduga Mabuk  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.