Rabu, 21 Februari 2018

Tak Punya Uang, Lima Tol Bakrie Terlantar

Oleh :

Tempo.co

Kamis, 27 September 2012 05:53 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tak Punya Uang, Lima Tol Bakrie Terlantar

    ANTARA/Koko

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah memberi waktu hingga 2014 kepada Grup Bakrie untuk menyelesaikan sejumlah proyek jalan tol yang terbengkalai. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum Ahmad Ghani Gazali mengatakan, jika dalam jangka waktu dua tahun ke depan proyek ini tak rampung, pemerintah akan menggelar tender ulang. "Kami akan melihat dulu apa alasan proyek itu tidak berjalan," katanya Rabu 26 September 2012.

    Lima ruas jalan tol yang hendak digarap PT Bakrie Toll Road terancam mangkrak. Kepala Sub-Bidang Pembebasan Lahan pada Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Herry Marzuki, mengatakan ruas tersebut meliputi Pejagan-Pemalang serta Batang-Semarang 1 dan 2.

    Tiga ruas lainnya adalah Ciawi-Sukabumi, Pasuruan-Probolinggo, dan Cimanggis-Cibitung. Proyek ini termasuk bagian dari ruas jalan tol Trans Jawa, yang panjangnya mencapai 650 kilometer.

    Herry melanjutkan, pembangunan jalan tol terhenti karena perusahaan tak memiliki cukup dana untuk operasionalisasi dan pembebasan lahan. Pada ruas Pejagan-Pemalang dan Batang-Semarang, misalnya, sebagian besar lahan belum dibebaskan.

    Pada ruas Pejagan-Pemalang, tanah yang dibebaskan baru sepertiga. Sedangkan untuk ruas Batang-Semarang, "Pembebasan lahan baru 3,34 persen. Pembangunan ruas ini bahkan sudah terhenti sejak Juni 2011," katanya.

    Tersendatnya pembangunan jalan tol milik kelompok usaha Bakrie tersebut, menurut analis PT BNI Securities, Thendra Crisnanda, antara lain karena perusahaan tak punya dana. Bakrie setidaknya harus memiliki uang sekitar Rp 30 triliun untuk menyelesaikan lima ruas yang terbengkalai. "Bakrie Toll Road masih memiliki utang Rp 1,8 triliun," katanya.

    Ia menyarankan agar manajemen Bakrie Toll Road melelang sebagian sahamnya. "Jika biaya operasional yang dikeluarkan jauh lebih besar dari pendapatan, memang lebih baik dijual," ujar Thendra.

    Pekan lalu Direktur Utama PT Bakrieland Development, Ambono Januarianto, menyatakan perusahaan yang dipimpinnya berniat melepas kepemilikan sahamnya di PT Bakrie Toll Road. Hasil divestasi akan digunakan untuk mengurangi utang perseroan. Emiten berkode ELTY ini menguasai 69,99 persen saham Bakrie Toll Road melalui anak usahanya, yaitu PT Bakrie Infrastructure.

    Laporan selengkapnya di Koran Tempo yang bisa dibaca di sini.

    SYAILENDRA | ISTMAN M.P | M. AZHAR

    Berita Terpopuler:
    DPR Terbelah Jika Kapolri Dipanggil KPK

    Ini yang Akan Terjadi Jika Jendela Pesawat Dibuka 

    PDIP Tak Setuju Protokol Antipenistaan Agama SBY

    Bulan Madu PDIP dan Prabowo di Ujung Tanduk

    DPR Pertanyakan Konflik Menhan dan Jakarta Post


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Penilaian Kementerian LHK soal Tiga Bulan Bersih Sampah

    Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan melakukan penilaian kinerja pemerintah dan masyarakat terait program Tiga Bulan Bersih Sampah.