Mulai Hari Ini, Tak ada Tahu dan Tempe

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perajin tahu di Desa Kalisari Kecamatan Cilongok Banyumas sedang membuat tahu untuk dijual ke sejumlah pasar di Kabupaten Banyumas, (24/7). Mereka mengeluhkan kenaikan harga kedelai dalam sepekan terakhir ini dari Rp 6.000 menjadi Rp 8.000 perkilogram. Tempo/Aris Andrianto

    Perajin tahu di Desa Kalisari Kecamatan Cilongok Banyumas sedang membuat tahu untuk dijual ke sejumlah pasar di Kabupaten Banyumas, (24/7). Mereka mengeluhkan kenaikan harga kedelai dalam sepekan terakhir ini dari Rp 6.000 menjadi Rp 8.000 perkilogram. Tempo/Aris Andrianto

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Perajin tahu dan tempe mulai hari ini, Rabu, 25 Juli 2012 'ogah' membuat makanan asli Indonesia itu sampai hari Jum'at, 27 Juli nanti. Aksi mogok ini sebagai protes karena tingginya harga kedelai, menyusul kenaikan bea masuk impor kedelai sebesar 5 persen.

    Aksi mogok massal ini bukan tanpa komando. Para perajin tempe dan tahu mendapatkan selembar surat imbauan dari Pusat Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Puskopti) . Surat bersifat segera dengan Nomor 29/org/VII/12 itu berisi tentang pemberitahuan penghentian produksi sementara.

    Salah satu perajin tahu yang mematuhi kebijakan Puskopti adalah Tommy. Penguasaha yang tinggal di jalan H Toran, Rengas, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan ini mengaku telah menghentikan produksinya.

    Menurut dia, kenaikan kedelai yang mencapai 100 persen dari Rp 5,800 per kilogram menjadi Rp 10.000 per kilogram sangat memberatkan perajin. ”Naiknya gila-gilaan, rasanya tidak mungkin kami terus produksi,” ujar Tommy.

    Akibat naiknya harga kedelai, kata dia, ongkos yang dikeluarkan tidak mampu menutupi biaya produksi. Biasanya ia menjual tahu per papan (berisi 81 potong) seharga Rp 27 ribu. Setelah bahan baku naik, satu papannya dijual seharga Rp 30 ribu.

    Kondisi tersebut membuat para perajin jadi serba salah. Tommy tak bisa menaikkan harga tahu karena khawatir tidak laku di pasaran.

    Sama seperti Tommy, Yuliani, seorang perajin tempe di Kelurahan Kenanga, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang juga mogok bikin tempe. "Ini bukan protes saya sendiri. Tapi, protes dari ribuan pedagang tempe se-Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi," ujarnya.

    JONIANSYAH

    Berita terkait:
    Gubernur Jabar Minta Perajin Tahu-Tempe Tak Mogok
    Inilah Penyebab Kenaikan Harga Kedelai
    Dewan Minta Pemerintah Atur Tata Niaga Kedelai
    Ini Penyebab Sulitnya Swasembada Kedelai
    Siap-siap 3 Hari Puasa Makan Tahu Tempe
    Cara Perajin Tempe Siasati Harga Kedelai Naik 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.