Kapasitas Produksi Pengolahan Udang Bisa Melonjak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Pengolahan udang. Dok.TEMPO/ Bambang Aji

    Pengolahan udang. Dok.TEMPO/ Bambang Aji

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Kalangan industri pengolahan udang optimistis bisa meningkatkan kapasitas produksi hingga 60 persen. "Asalkan produksi udang juga bisa ditingkatkan," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia Thomas Darmawan, ketika dihubungi, hari ini.

    Harapan itu muncul karena pemerintah menargetkan produksi udang tembus 460 ribu ton tahun ini.

    Berdasarkan catatan asosiasi, kapasitas terpasang industri pengolahan udang saat ini mencapai 566 ribu ton. "Namun, selama ini utilitasnya hanya 30-40 persen," kata dia.

    Kapastitas produksi yang belum optimal ini, menurut Thomas karena penurunan produksi udang lokal beberapa tahun terakhir. Selain itu, keran impor juga ditutup.

    Pada 2008, produksi udang mencapai 409 ribu ton. Tahun berikutnya produksinya tinggal 350 ribu ton. Hingga tahun lalu, produksi udang pun tak kunjung meningkat karena hanya mampu mencapai 352 ribu ton. Padahal, target tahun itu produksinya sebesar 410 ribu ton.

    Bersamaan dengan itu, jumlah industri pengolahan udang juga menurun. Menurut Thomas, pada 2008, terdapat 146 pabrik pengolahan udang. Angka ini turun di tahun berikutnya menjadi 133 unit pabrik. Dan tahun lalu, ada tiga pabrik pengolahan udang lagi yang tutup.

    Ia berharap target produksi udang nasional bisa tercapai. Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku dalam negeri, memang harus diutamakan produk lokal. Petugas penyuluhan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan diminta turun ke lapangan untuk melakukan penyuluhan dan program nyata peningkatan produksi udang.

    EKA UTAMI APRILIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi dan Fakta-fakta Penembakan di Exit Tol Bintaro

    Terjadi insiden penembakan di Exit Tol Bintaro, Jakarta Selatan, pada Jumat malam, 26 November 2021. Salah satu dari korban meninggal dunia.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)