All Nippon Airways Buka Penerbangan ke Jakarta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terminal 1 bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Terminal 1 bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO Interaktif, Tangerang -Maskapai penerbangan Jepang, All Nippon Airways (ANA) melakukan penerbangan perdana dari Narita menuju Jakarta pada Jumat, (7/1). Pesawat Boeing 767 dengan nomor penerbangan NH 937 itu mengangkut sebanyak 167 orang. Penumpang sebagian besar adalah  turis dan tiba di Terminal II kedatangan D3 pada pukul 14.25 setelah melakukan perjalanan selama lebih dari lima jam.

    Kedatangan mereka disambut dengan tarian khas Betawi, Lenggang Nyai yang dibawakan tujuh penari dari Kementrian budaya dan pariwisata.  Dua penumpang kakek Kimura Tsutomu dan dan nenek Nauko pun terlihat begitu senang. Bahkan keduanya mengabadikan tarian dengan kamera dan berhenti sejenak untuk menikmati tarian Lengggang Nyai tersebut.

    Menurut Kimura, setelah di Indonesia dia berencana melakukan liburan ke Jawa Tengah. Tak hanya Kimura, sebagian besar penumpang lalu ikut larut dalam kegembiraan dan berpotret di depan karangan bunga ucapan selamat kepada ANA. Bahkan kru ANA berikut pilot dan pramugari juga berpose bersama.

    Direktor of Promotional Publication Kementerian Budaya dan Pariwisata, Esthy Reko Astuty mengatakan penerbangan Narita-Jakarta akan meningkatkan jumlah wisatawan. Pihaknya mencatat pada 2010 sebanyak 428 ribu penumpang Jepang datang ke Indonesia. Dia mentargetkan pada 2011 ini wisatawan Jepang mencapai 523 ribu penumpang. “Ini akan mendongkrak angka wisatawan yang masuk, dan pasar Jepang sangat bagus. Kita pun mengadakan promosi pariwisata ke sana termasuk menawarkan kesukaan orang Jepang yakni bermain golf, spa dan juga heritage,” kata Esthy.

    Esthy juga mengatakan prospek Jakarta sebagai tujuan awal juga lebih terbuka selain hotel, restoran juga tempat bermain golf akan menjadi incaran wisatawan Jepang. Sebagai tindak lanjut adanya penerbangan ANA ke Jakarta nantinya akan ada pengembangan fam trip dan wisata intensif dari Jepang. Selain itu juga diharapkan dapat direalisasikannya Visa on Board seperti halnya dilakukan Garuda.

    Dengan kehadiran ANA, kata Esthy akan menggantikan hilangnya seats JAL dari Jakarta-Denpasar, “ini menambah peluang jumlah wisatawan mancanegara,” ujar Esthy.

    Sementara itu Shjahrul Firdaus, Koordinator Humas Association of Indonesian Tours dan Travel Agencies (ASITA) Jakarta Chapter mengatakan pihaknya bersama Kemenbudpar juga akan menggalakan promosi wisata ke Jepang.

    Menurut Firdaus, bisa dihitung jika dalam sehari ada 202 penumpang sesuai kapasitas tempat duduk ANA yang menjadi wisatawan, maka bisa dihitung satu pekan berapa wisatawan masuk ke Indonesia. Dan ini merupakan peluang besar pasar wisatawan.

    AYU CIPTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Undang-Undang Pemberantasan Terorisme Berlaku, 375 Ditangkap

    Sejak pemberlakuan Undang-Undang Pemberantasan Terorisme yang baru pada Mei 2018, kepolisian menangkap ratusan orang yang diduga terlibat terorisme.