Bidik Kenaikan Dana 20 Persen, Manulife Geber Produk Baru

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) membidik target pertumbuhan dana kelolaan dan jumlah nasabah sebesar 20 persen pada 2010 dengan meluncurkan produk reksadana baru berbasis saham pada tahun yang sama.

    “Manulife tidak berniat untuk merilis banyak reksadana di tahun depan. Kita akan konsentrasikan pemasaran reksadana yang ada. Mungkin akan dirilis sekitar satu atau dua produk reksadana baru di tahun depan,” kata Denny Thaher, Presiden Direktur MAMI, dalam keterangan tertulisnya, Senin (16/11).

    Dua produk reksadana tersebut adalah fitur Auto Debet dan QQ Account yang dijadikan fasilitas investasi bagi nasabah reksadana MAMI.

    Menurut Denny, hingga Oktober lalu dana kelolaan MAMI mencapai Rp 23 triliun, tumbuh 40 persen secara year on year. Dengan produk baru tersebut dana kelolaan diharapkan berkembang Rp 750 miliar hingga Rp 1 triliun hingga akhir 2009.

    Untuk tahun depan, pertumbuhan dana kelolaan MAMI dipatok tumbuh 20 persen. Sedangkan untuk pertumbuhan nasabah pada tahun depan juga ditargetkan pada level yang sama. Nasabah MAMI hingga sekarang mencapai 53 ribu, dan diharapkan meningkat sekitar 15-20 persen pada tahun depan.

    Adapun alokasi portofolio MAMI saat ini antara lain di money market sebesar 5,persen, syariah sebanyak 3,77 persen, fix income sebesar 25,00, structured senilai 0,66 persen, balance 10,59 persen, dan equity 54,37.

    Untuk imbal hasil (yield) masing-masing portofoliao, menurut Denny, antara lain reksadana saham saat ini  sudah membukukan keuntungan 80 persen. Reksadana campuran mencatat keuntungan bervariasi tergantung aset yakni minimal 40 persen. Sedangkan untuk reksadana pasar uang saat ini membukukan ritel di level 8 hingga 9 persen.

    BOBBY CHANDRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.