Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Profil Aplikasi Travel Online yang Terancam Diblokir Kominfo, Ada Agoda hingga Booking.com

Reporter

Editor

Agung Sedayu

image-gnews
Ilustrasi agen perjalanan online. Dok. PATA | Agoda
Ilustrasi agen perjalanan online. Dok. PATA | Agoda
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak enam aplikasi online travel agent (OTA) asing yang beroperasi di Indonesia terancam bakal diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Hal itu disebabkan karena keenam aplikasi belum mendaftarkan layanannya sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE).

"Dalam rangka pengawasan dan penegakkan hukum atas kepatuhan kewajiban pendaftaran, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menyampaikan surat peringatan kepada enam Online Travel Agent (OTA) asing," tulis Kominfo dalam keterangannya, dikutip dari Antara, pada Jumat, 15 Maret 2024.

Kominfo mengklaim telah mengirim surat peringatan sejak Selasa, 6 Maret 2024. Keenam online travel tersebut diwajibkan mendaftarkan sebagai PSE sesuai dengan peraturan yang berlaku dalam waktu lima hari kerja sejak surat tersebut dikirimkan.

Adapun aturan mengenai pendaftaran OTA sebagai PSE tertuang dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 10 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat (PM Kominfo 5/2020).

Pendaftaran PSE bertujuan untuk membangun ekosistem digital Indonesia yang aman dan dapat dipercaya. Melalui proses pendaftaran ini, masyarakat dapat mengidentifikasi PSE yang memberikan layanan kepada mereka.

Mengingat pentingnya peran pendaftaran dalam membangun ekosistem digital nasional, setiap PSE Lingkup Privat yang tidak mematuhi kewajiban pendaftaran dapat dikenakan sanksi administratif berupa pemutusan akses terhadap sistem elektronik (access blocking).

Keenam online travel yang terancam diblokir oleh Kominfo meliputi Booking.com, Agoda.com, Airbnb.com, Klook.com, Trivago.co.id, dan Expedia.co.id. Berikut adalah profil masing-masing aplikasi tersebut.

  1.   Booking.com

Booking.com didirikan pada tahun 1996 di Amsterdam, Belanda, dan telah berkembang menjadi salah satu situs pemesanan perjalanan terbesar di dunia. Situs ini menawarkan berbagai jenis akomodasi, mulai dari hotel hingga rumah tinggal, apartemen, dan penginapan unik lainnya. Dengan lebih dari 28 juta daftar akomodasi yang tersedia dalam 43 bahasa, Booking.com menjadi pilihan favorit bagi jutaan pelancong di seluruh dunia.

  1.   Agoda.com

Agoda.com merupakan situs pemesanan perjalanan terkemuka yang didirikan pada tahun 2005 dan berkantor pusat di Singapura. Agoda adalah bagian dari Booking Holdings yang terkenal menawarkan akomodasi di seluruh dunia, termasuk hotel, resor, apartemen, dan hostel. Agoda.com juga dikenal karena program loyalitasnya yang memberikan diskon eksklusif kepada anggota. 

  1.   Airbnb.com
Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Didirikan oleh Brian Chesky, Nathan Blecharzyk, dan Joe Gebbia pada tahun 2007 di San Francisco, Amerika Serikat, Airbnb kini telah berkembang menjadi situs pemesanan perjalanan terpopuler dengan lebih dari 5 juta pengguna. Lewat aplikasi ini, pengguna dapat memilih dari berbagai jenis akomodasi, mulai dari kamar pribadi hingga apartemen atau rumah lengkap.

  1. Klook.com

Klook.com adalah platform pemesanan aktivitas perjalanan yang didirikan pada tahun 2014 di Hong Kong oleh Ethan Lin, Eric Gnock Fah, Bernie Xiong. Situs ini menawarkan berbagai aktivitas dan pengalaman wisata di destinasi populer di seluruh dunia. Mulai dari tiket wisata, tur, makan malam, hingga pengalaman unik. Saat ini, pengguna Klook dapat memilih lebih dari 530.000 produk dan layanan di lebih dari 1.700 destinasi di seluruh dunia. 

  1.   Trivago.co.id

Didirikan pada tahun 2005 oleh tiga teman universitas di Düsseldorf (Jerman), trivago telah menjadi situs web pencarian akomodasi global terkemuka. Trivago merupakan bagian dari Expedia Group yang memungkinkan pengguna untuk membandingkan harga dan menemukan penawaran terbaik untuk akomodasi mereka. Pengguna dapat dengan mudah membandingkan harga, fasilitas, dan ulasan untuk menemukan hotel yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

  1.   Expedia.co.id

Expedia.co.id merupakan bagian dari perusahaan Expedia Group. Platform travel agent ini menjadi salah satu situs pemesanan perjalanan terbesar di dunia yang menyediakan berbagai jenis layanan perjalanan, termasuk penerbangan, hotel, mobil sewa, paket liburan, dan aktivitas wisata. Bermitra dengan lebih dari ratusan ribu hotel di seluruh dunia, pengguna dapat memesan segala kebutuhan liburan mereka mulai dari kamar yang sesuai budget, berbagai jenis aktivitas serta layanan perjalanan. 

RIZKI DEWI AYU

Pilihan Editor: Alasan Makan Siang Gratis Dibahas Pemerintah, Bappenas: Mencontoh Negara Maju


 

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Wisata Pantai Teluk Mata Ikan Batam Tercemar Proyek Pembangunan PDN Kominfo

1 hari lalu

Lumpur bekas cut and fill proyek PDN Kominfo mencemari Pantai Teluk Mata Ikan, di Nongsa Batam, Selasa, 16 Juli 2024. TEMPO/Yogi Eka Sahputra
Wisata Pantai Teluk Mata Ikan Batam Tercemar Proyek Pembangunan PDN Kominfo

Pelaku pariwisata destinasi Pantai Teluk Mata Ikan, Nongsa, Kota Batam mengeluhkan dampak lingkungan dari pembangunan proyek Kominfo


Kominfo Klaim Perubahan Kedua UU ITE Jamin Kebebasan Masyarakat Berpendapat di Ruang Digital

1 hari lalu

Diskusi publik implementasi UU ITE di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis 11 Juli 2024. Foto: Istimewa
Kominfo Klaim Perubahan Kedua UU ITE Jamin Kebebasan Masyarakat Berpendapat di Ruang Digital

emerintah mengklaim perubahan kedua UU ITE kini menjamin kebebasan masyarakat untuk berpendapat di ruang digital.


Begini Cara Menghapus Data dari Jarak Jauh di HP yang Dicuri

4 hari lalu

Ilustrasi orang menggunakan smartphone atau handphone. pexels
Begini Cara Menghapus Data dari Jarak Jauh di HP yang Dicuri

Berikut cara menghapus data-data yang terintegrasi di HP dari jarak jauh.


Cerita Kominfo soal Revisi Kedua UU ITE: Ada Banyak Keluhan Terutama di Aspek Pidana

6 hari lalu

Terdakwa kasus dugaan pelanggaran Undang-Undang (UU) ITE Adam Deni Gearaka menjalani sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Selasa, 7 Mei 2024. Selebgram Adam Deni Gearaka dituntut pidana 1 tahun penjara dalam kasus pencemaran nama baik Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni terkait pembungkaman atau suap Rp30 miliar.  ANTARA /Reno Esnir
Cerita Kominfo soal Revisi Kedua UU ITE: Ada Banyak Keluhan Terutama di Aspek Pidana

Direktur Pengendalian Informatika Kementerian Kominfo, Teguh Arifiyadi, menceritakan proses revisi kedua UU ITE. Ada temun 70 persen kasus asimetri


Begini Tahap Pemulihan PDNS Pasca Disusupi Hacker, Kominfo: Ada Audit oleh Pihak Ketiga

6 hari lalu

Direktur Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika Ismail di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta Pusat. ANTARA/Livia Kristianti
Begini Tahap Pemulihan PDNS Pasca Disusupi Hacker, Kominfo: Ada Audit oleh Pihak Ketiga

Setelah pemulihan jangka pendek dan menengah, Kominfo mencanangkan audit keamanan PDNS, maksimal hingga November 2024.


Massa Akamsi Geruduk Kementerian Kominfo, Serukan Ini ke Menteri Budi Arie Setiadi

6 hari lalu

Massa Aliansi Keamanan Siber untuk Rakyat (Akamsi) melakukan demonstrasi di depan Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Jakarta Pusat, Rabu, 10 Juli 2024. Dalam aksinya mereka menuntut Menkominfo Budi Arie untuk mundur dari jabatannya menyusul jebolnya Pusat Data Nasional Sementara (PDNS), mengakhiri pembatasan dan pemblokiran informasi, serta represi digital lainnya terkait pelanggaran hak asasi manusia di Papua, dan membahas kembali RUU KKS (Keamanan dan Ketahanan Siber) dengan menjamin pelibatan secara bermakna masyarakat sipil. TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Massa Akamsi Geruduk Kementerian Kominfo, Serukan Ini ke Menteri Budi Arie Setiadi

Sekelompok massa dari Aliansi Keamanan Siber untuk Rakyat (Akamsi) mendatangi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pada Rabu 10 Juli 2024.


Erick Thohir: Lakukan Investigasi Penyebab Gangguan Server PDNS

7 hari lalu

Menteri BUMN Erick Thohir usai menghadiri acara peresmian TikTok | PosAja! Creator House di Kantor Pos Kota Tua, Jakarta pada Rabu, 10 Juli 2024. TEMPO/Bagus Pribadi
Erick Thohir: Lakukan Investigasi Penyebab Gangguan Server PDNS

Erick Thohir menanggapi dampak fenomena serangan siber ransomware hingga Dirjen Aptika Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan.


6 Tips Mencari Hotel Terbaik dan Terjangkau

8 hari lalu

Ilustrasi Hotel (pixabay.com)
6 Tips Mencari Hotel Terbaik dan Terjangkau

Kalau sedang merencanakan perjalanan berikutnya, berikut ini panduan cara mencari hotel yang bagus dengan harga terjangkau


Nintendo akan Menyetop Layanan Perbaikan Konsol Wii U

9 hari lalu

Nintendo Switch dengan layar OLED. Kredit: GSM Arena
Nintendo akan Menyetop Layanan Perbaikan Konsol Wii U

Setelah penutupan eShop dan server online, kini layanan perbaikan konsol Wii U dari Nintendo yang dihentikan


ASDP Sebut 28 Pelabuhan di Indonesia Terapkan Tiket Online

9 hari lalu

Sejumlah kendaraan roda empat antre menunggu kapal bersandar di Dermaga 3 Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Sabtu 23 Desember 2023. PT ASDP Ferry memprediksi puncak arus mudik natal 2023 di Pelabuhan Merak terjadi pada 22-23 Desember 2023, dengan data jumlah penumpang per 12 jam mencapai 24.235 orang terdiri dari 22.113 dalam kendaraan dan 2.122 pejalan kaki. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas
ASDP Sebut 28 Pelabuhan di Indonesia Terapkan Tiket Online

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyebutkan sebanyak 28 pelabuhan penyeberangan kapal feri sudah menerapkan pembelian tiket secara online.