Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Reksadana Syariah: Pengertian, Karakteristik, dan Jenisnya

Reporter

Editor

Laili Ira

image-gnews
Reksadana syariah bisa menjadi pilihan investasi yang tepat jika Anda tidak mau terkena riba. Berikut ini beberapa karakteristiknya. Foto: Canva
Reksadana syariah bisa menjadi pilihan investasi yang tepat jika Anda tidak mau terkena riba. Berikut ini beberapa karakteristiknya. Foto: Canva
Iklan

TEMPO.CO, JakartaSaat ini, reksadana syariah menjadi pilihan investasi yang populer. Banyak orang memilih investasi jenis ini karena ingin terhindar dari riba. 

Cara kerja reksadana syariah sebetulnya tidak jauh berbeda dengan reksadana konvensional. Hanya saja, penempatan efek pada reksadana syariah dilakukan pada instrumen yang tidak bertentangan dengan syariat Islam. 

Contohnya, tidak menempatkan efek pada perusahaan minuman alkohol atau hal-hal yang dilarang lainnya. 

Agar lebih memahami mengenai reksadana syariah, berikut ini beberapa ulasannya yang perlu Anda ketahui. 

Pengertian Reksadana Syariah 

Reksadana syariah adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat yang akan diinvestasikan ke dalam instrumen-instrumen keuangan yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Dana tersebut akan dikelola oleh seorang Manajer Investasi.

Dana yang diperoleh dari investor tersebut akan dikelola oleh manajer investasi dan diinvestasikan ke dalam saham atau obligasi syariah yang dianggap menguntungkan.

Instrumen reksadana syariah meliputi pasar uang syariah, surat berharga syariah, sukuk, dan saham yang masuk dalam daftar efek syariah. Dengan menggabungkan instrumen-instrumen ini dalam portofolio reksadana syariah, investor dapat meraih pertumbuhan dana mereka sesuai dengan syariat Islam.

Dalam Islam, tidak hanya keuntungan finansial yang diperhatikan, tetapi juga kehalalan dan keberkahan dalam investasi. Oleh karena itu, reksadana syariah harus menjaga agar tetap sesuai dengan kriteria syariah. 

Jika ada aset atau investasi reksadana yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, Manajer Investasi harus membersihkannya.

Pembersihan kekayaan reksadana syariah dari unsur yang tidak halal mengacu pada penyesuaian portofolio saham reksadana syariah ketika daftar efek syariah terbaru diberlakukan. 

Jika terdapat saham dalam portofolio reksadana syariah yang tidak masuk dalam daftar efek syariah, saham tersebut harus dihapus dari portofolio. 

Karakteristik Reksadana Syariah

Reksadana syariah memiliki berbagai karakteristik yang menjadikannya pilihan menarik bagi para investor:

  1. Diversifikasi investasi: reksadana syariah merupakan gabungan dari berbagai jenis efek, sehingga risiko investasi dapat diminimalkan. Jika salah satu efek dalam portofolio mengalami penurunan, dampaknya tidak akan terlalu besar karena efek lainnya dapat mengimbangi.
  2. Kemudahan berinvestasi: investor tidak perlu memiliki pengetahuan mendalam dalam analisis investasi karena manajemen portofolio reksadana syariah dilakukan oleh Manajer Investasi (MI).
  3. Terjangkau: investor dapat membeli unit penyertaan reksadana syariah dengan modal awal yang terjangkau, yaitu paling sedikit Rp100.000.
  4. Efisiensi biaya dan waktu: biaya investasi dalam reksadana syariah relatif rendah, dan investor tidak perlu menghabiskan waktu untuk mengawasi investasi karena MI telah mengelolanya.
  5. Transparansi: investor akan menerima laporan kinerja reksadana syariah secara berkala, sehingga mereka dapat memantau hasil investasinya setiap saat.
  6. Hasil optimal: imbal hasil investasi (return) dari reksadana syariah akan sesuai dengan jangka waktu dan jenis reksadana yang dipilih oleh investor.
  7. Legalitas terjamin: produk reksadana syariah diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan dikelola oleh Manajer Investasi yang telah mendapatkan izin dari OJK, sehingga investor dapat merasa aman dan terlindungi secara hukum.
  8. Fleksibel: investor dapat menjual unit penyertaan mereka dan melakukan pencairan dana investasi sewaktu-waktu, memberikan fleksibilitas yang tinggi.
  9. Sesuai prinsip syariah: investasi dalam reksadana syariah telah mendapatkan fatwa dari Dewan Syariah Nasional - Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), dan aspek kesyariahannya diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah, sehingga sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam.

Jenis Reksadana Syariah

Sesuai dengan portofolio investasinya, jenis-jenis reksadana syariah dapat bervariasi. Beberapa jenis reksadana syariah yang umumnya tersedia di pasar keuangan Indonesia antara lain:

1. Reksadana Syariah Campuran

Jenis reksadana ini mencakup berbagai jenis instrumen seperti saham, obligasi, dan pasar uang syariah. Risikonya lebih tinggi dan cocok untuk investor moderat atau seseorang yang memiliki pemahaman yang lebih mengenai investasi.

2. Reksadana Pasar Uang

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Reksadana pasar uang cocok untuk investor pemula yang ingin investasi dengan risiko minim. Reksadana ini memiliki tingkat risiko rendah, tingkat pengembalian yang lebih baik daripada deposito, dan jangka waktu investasi singkat, biasanya kurang dari satu tahun.

3. Reksadana Pendapatan Tetap

Jenis reksadana syariah ini memiliki risiko sedikit lebih tinggi dibandingkan reksadana pasar uang, namun juga menawarkan tingkat pengembalian yang lebih tinggi. 

Dana diinvestasikan terutama dalam Surat Berharga Negara (SBN) Syariah dan obligasi dengan jangka waktu investasi antara 1 hingga 3 tahun.

4. Reksadana Saham

Selanjutnya, reksadana saham. Jenis ini cocok untuk investor yang ingin potensi pengembalian yang lebih tinggi. Sebagian besar dana diinvestasikan dalam saham sesuai dengan Daftar Efek Syariah (DES). Risiko lebih tinggi karena fluktuasi harga saham.

5. Reksadana Indeks

Reksadana indeks mencerminkan kinerja indeks pasar tertentu seperti idx30 atau lq45. Risikonya hampir sama dengan reksadana saham karena dana diinvestasikan dalam saham atau obligasi yang mencerminkan kinerja indeks tersebut.

6. Reksadana Berbasis Efek Syariah Luar Negeri

Reksadana berbasis efek syariah luar negeri mengharuskan minimal 51% dari dana investasi diinvestasikan pada produk berbasis syariah di luar negeri. Ini memberikan eksposur pada pasar global.

7. Exchange-Traded Fund (ETF)

Reksadana ETF adalah jenis reksadana syariah yang diperdagangkan di bursa efek. Manajer Investasi mengelola dana dari investor dan menginvestasikannya dalam portofolio saham syariah yang terjangkau dan menguntungkan.

8. Reksadana Syariah dengan Penyertaan Terbatas (RDPT)

Jenis reksadana ini memiliki banyak batasan bagi investor, termasuk cara penawaran, penerimaan investor, dan jumlah investasi. RDPT hanya ditujukan untuk investor bermodal besar dan berpengetahuan luas dalam investasi.

9. Reksadana Terproteksi

Reksadana terproteksi adalah jenis reksadana syariah yang paling aman di antara semua reksadana. Investasi utama dijamin 100% pada jatuh tempo. 

Ditambah lagi, investor dapat mencairkan dana sebelum jatuh tempo, meskipun jaminan proteksi akan hilang.

10. Reksadana Berbasis Sukuk

Jenis reksadana syariah yang terakhir adalah reksadana berbasis sukuk. Reksadana berbasis sukuk merupakan jenis investasi yang sangat sesuai bagi individu yang tertarik untuk berinvestasi dalam obligasi syariah. 

Sukuk adalah instrumen investasi syariah yang semakin populer dan menawarkan alternatif yang menarik bagi investor yang ingin mendiversifikasi portofolio mereka dengan instrumen yang sesuai dengan prinsip syariah.

KAYLA NAJMI IHSANI

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Terbukti Langgar Aturan Pasar Modal, OJK Cabut Izin dan Minta PT Indosterling Aset Manajemen Dibubarkan

26 hari lalu

Petugas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beraktivitas di ruang layanan Konsumen, Kantor OJK, Jakarta. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.)
Terbukti Langgar Aturan Pasar Modal, OJK Cabut Izin dan Minta PT Indosterling Aset Manajemen Dibubarkan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mencabut Izin Usaha Perusahaan Efek sebagai Manajer Investasi PT Indosterling Aset Manajemen.


Bunyi Lengkap Fatwa MUI tentang Penggunaan Produk Dalam Negeri

33 hari lalu

Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia  Foto MUI
Bunyi Lengkap Fatwa MUI tentang Penggunaan Produk Dalam Negeri

Majelis Ulama Indonesia (MUI) merilis fatwa terbaru, salah satunya menganjurkan masyarakat untuk mengutamakan penggunaan produk dalam negeri.


Izin Tambang Ormas, Fatwa MUI Hanya Haramkan Tambang Ilegal

54 hari lalu

Ilustrasi pertambangan. Shutterstock
Izin Tambang Ormas, Fatwa MUI Hanya Haramkan Tambang Ilegal

MUI masih mengkaji apakah MUI akan menerima izin tambang ormas dari pemerintah.


MUI Kaji Dampak Lingkungan Sebelum Terima Izin Tambang Ormas dari Pemerintah

55 hari lalu

Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuah Cholil Nafis saat ditemui di kantornya setelah menemui sejumlah ormas, Kamis, 4 Mei 2023. Tempo/M. Faiz Zaki
MUI Kaji Dampak Lingkungan Sebelum Terima Izin Tambang Ormas dari Pemerintah

MUI masih melihat apakah model tambang yang diberikan oleh pemerintah berpotensi merusak atau menguntungkan umat.


Profil Dewan Syariah Nasional MUI yang Mengharamkan Short Selling dalam Bursa Efek Indonesia

24 Juni 2024

Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia  Foto MUI
Profil Dewan Syariah Nasional MUI yang Mengharamkan Short Selling dalam Bursa Efek Indonesia

Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) mengharamkan short selling dalam perdagangan saham. Ini beberapa wewenang lainnya.


Apa itu Zakat Profesi, dan Bagaimana Ketentuannya?

4 Juni 2024

Ilustrasi
Apa itu Zakat Profesi, dan Bagaimana Ketentuannya?

Berapa besaran zakat profesi itu di dalam ketentuan Islam? Baru-baru ini ada fatwa MUI seoal zakat profesi YouTuber, Selebgram dan semacamnya.


Ijtima Fatwa MUI: Youtuber dan Selebgram Muslim Wajib Bayar Zakat Mal, Rinciannya?

3 Juni 2024

Ilustrasi
Ijtima Fatwa MUI: Youtuber dan Selebgram Muslim Wajib Bayar Zakat Mal, Rinciannya?

Dalam Itjima Ulama VIII tetapkan fatwa MUI bahwa youtuber, selebgram, TikToker yang meraup pendapatan wajib hukumnya mengeluarkan zakat.


Respons Guru Besar UIN dan PBNU soal Fatwa MUI terkait Salam Lintas Agama

3 Juni 2024

Logo MUI (Majelis Ulama Indonesia). mui.or.id
Respons Guru Besar UIN dan PBNU soal Fatwa MUI terkait Salam Lintas Agama

Fatwa MUI soal salam lintas agama mendapat respons dari Guru Besar UIN dan PBNU. Apa tanggapan mereka terkait hal itu?


Respons PBNU Soal Polemik Salam Lintas Agama

2 Juni 2024

Logo Nahdlatul Ulama. nu.or.id
Respons PBNU Soal Polemik Salam Lintas Agama

PBNU menegaskan belum pernah melakukan kajian mendalam perihal masalah salam lintas agama.


Fatwa MUI Tetapkan Youtuber dan Influencer Wajib Bayar Zakat Mal

31 Mei 2024

Moana, putri Ria Ricis dan Teuku Ryan merayakan ulang tahun yang pertama, Minggu, 30 Juli 2023/Foto: Instagram/Ria Ricis
Fatwa MUI Tetapkan Youtuber dan Influencer Wajib Bayar Zakat Mal

MUI menetapkan bahwa Youtuber dan influencer internet atau yang biasa dikenal sebagai selebgram muslim wajib untuk membayar zakat mal atau zakat harta