Impor Beras 200 Ribu Ton Diketok, Serikat Petani: Padahal Awal Tahun Ada Panen Raya

Sejumlah petani melakukan persiapan penanaman padi di area persawahan dusun Bleberan Desa Sawahan, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, Rabu, 25 November 2020. Kementerian Pertanian menargetkan pada musim tanam pertama 2020-2021 penanaman padi mencapai seluas 8,2 juta hektare menghasilkan 20 juta ton beras.TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Departemen Kajian Strategis Nasional Dewan Pengurus Pusat Serikat Petani Indonesia (SPI), Mujahid Widian menilai impor beras yang dilakukan oleh pemerintah adalah ironi. Pasalnya, beras impor akan datang dalam waktu dekat atau awal 2023 yang berbarengan dengan waktu panen raya di sejumlah wilayah di Tanah Air. 

"Kalau sudah impor, bagaimana nasib petani nantinya? Terlebih lagi di awal tahun 2023 nanti beberapa wilayah sudah menyatakan akan panen raya,” kata Mujahid ketika dihubungi, Selasa, 6 Desember 2022. 

Baca: Jokowi Wanti-wanti Soal Hitungan Soal Beras: Jangan Sampai Keliru, Tidak Ada Cadangan ...

Masalah klasik pemicu impor

Ia menilai impor beras merupakan cerminan dari belum ditanganinya persoalan pangan di Indonesia secara komprehensif. Permasalahannya pun masih klasik, kata dia, yakni perbedaan data antara kementerian maupun lembaga.

Padahal, persoalan ini sudah diantisipasi dengan penggunaan data tunggal agar terhindar dari tarik-menarik kepentingan. Menurut dia, persoalan cadangan beras pemerintah seharusnya dapat diantisipasi lebih baik dengan melakukan beberapa perubahan kebijakan.

Pertama, perubahan soal harga pembelian pemerintah atau HPP beras dan gabah. Ia menilai HPP sudah tidak relevan dan harus segera direvisi.

Dengan harga dan persyaratan pembelian gabah dan beras yang berlaku saat ini, petani lebih memilih menjual komoditasnya ke tengkulak ketimbang pada Bulog. Bulog juga seharusnya bisa bekerja sama dengan koperasi-koperasi petani untuk merancang skema penyerapan beras. Namun hal ini hanya bisa terjadi setelah HPP mencerminkan harga yang adil baik bagi petani maupun pemerintah.

Kedua, ketersediaan lahan pangan di Indonesia. Saat ini Indonesia dihadapkan pada laju konversi lahan pangan yang masif. Oleh karena itu perlu upaya serius untuk mempertahankan lahan pangan yang ada.

Selanjutnya: "Benar ada UU Perlindungan Lahan..."






Pemprov DKI Ganti Ketua Dewan Pengawas Pasar Jaya

6 jam lalu

Pemprov DKI Ganti Ketua Dewan Pengawas Pasar Jaya

Mayor Jenderal purnawiran Suko Pranoto diangkat sebagai Ketua Dewan Pengawas Pasar Jaya.


Harga Beras Masih Tinggi, Mendag: Karena Distribusi Bulog Masih Terbatas ke Agen Besar

19 jam lalu

Harga Beras Masih Tinggi, Mendag: Karena Distribusi Bulog Masih Terbatas ke Agen Besar

Zulhas masih menemukan harga beras medium yang melebihi harga yang dipatok oleh pemerintah yakni Rp 9.450 per kilogram. Apa penyebab harga tinggi itu?


Bulog dan Pemerintah Kota Bandung Sediakan 500 Ton Beras untuk Tekan Harga

1 hari lalu

Bulog dan Pemerintah Kota Bandung Sediakan 500 Ton Beras untuk Tekan Harga

Pemerintah Kota Bandung dan Bulog menyiapkan 500 ton beras medium untuk menekan kenaikan harga beras.


Ma'ruf Amin Buka Suara Soal Mafia Beras Hingga Kenaikan Harga Meski Telah Impor

3 hari lalu

Ma'ruf Amin Buka Suara Soal Mafia Beras Hingga Kenaikan Harga Meski Telah Impor

Wakil Presiden Ma'ruf Amin buka suara soal sengkarut beras yang terjadi di Tanah Air. Ia pun tak menampik soal keberadaan mafia beras.


Mentan Klaim Inflasi RI Rendah karena Kontribusi Pertanian

3 hari lalu

Mentan Klaim Inflasi RI Rendah karena Kontribusi Pertanian

Syahrul Yasin Limpo mengklaim inflasi Indonesia rendah selama tiga tahun berturut-turut karena kontribusi besar dari sektor pertanian.


Surplus 1,5 Ton Beras, Ridwan Kamil Sebut Jawa Barat Tidak Perlu Impor

3 hari lalu

Surplus 1,5 Ton Beras, Ridwan Kamil Sebut Jawa Barat Tidak Perlu Impor

Ridwan Kamil mengatakan dengan adanya kenaikan harga beras, pihaknya akan melakukan intervensi ke pasar.


Bulog Bangka Belitung Tambah Pasokan Beras 500 Ton usai Hari Raya Imlek

6 hari lalu

Bulog Bangka Belitung Tambah Pasokan Beras 500 Ton usai Hari Raya Imlek

Saat ini stok beras yang ada di gudang tersisa 42 ton dan masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga bulan depan.


Buwas Cerita Soal Distributor Nakal Mencampur Beras Impor dan Dikirim Kembali ke Bulog

7 hari lalu

Buwas Cerita Soal Distributor Nakal Mencampur Beras Impor dan Dikirim Kembali ke Bulog

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso alias Buwas mengungkapkan suplier nakal yang mencampur beras hasil impor Bulog dengan beras medium lokal.


Terkini Bisnis: Bos Bulog Cerita Pengaruh Mafia Beras dan Nasib Haji Amin Usai Viral Rp 500 T

7 hari lalu

Terkini Bisnis: Bos Bulog Cerita Pengaruh Mafia Beras dan Nasib Haji Amin Usai Viral Rp 500 T

Berita terkini ekonomi dan bisnis hingga Sabtu malam, 21 Januari 2023 dimulai dari Bulog mengakui masih ada mafia beras


Akui Masih Ada Mafia, Bos Bulog Minta 700 Pengusaha Beras Beli Langsung Tanpa Perantara

7 hari lalu

Akui Masih Ada Mafia, Bos Bulog Minta 700 Pengusaha Beras Beli Langsung Tanpa Perantara

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso alias Buwas mengakui masih ada mafia beras di Tanah Air yang membuat harga komoditas ini terus naik.