OJK Beri Insentif untuk Perusahaan Jasa Keuangan yang Dorong Industri Kendaraan Listrik

Petugas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beraktivitas di ruang layanan Konsumen, Kantor OJK, Jakarta. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.)

TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berupaya mendukung program Program Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) yang dicanangkan pemerintah. Dukungan ini diberikan dalam bentuk berbagai insentif.

“Insentif di sektor perbankan, pasar modal, dan industri keuangan non bank (IKNB) telah kami keluarkan untuk meningkatkan peran industri jasa keuangan dalam mendukung program KBLBB,” ujar Direktur Humas OJK Darmansyah melalui keterangan tertulis, Rabu, 30 November 2022.

Baca: OJK Berikan Catatan Ini ke Paylater Agar Kasus Penipuan Mahasiswa IPB Tak Terulang

Di bidang perbankan, OJK memberi insentif berupa relaksasi perhitungan Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) dengan menurunkan bobot risiko kredit (ATMR) dari 75 persen menjadi 50 persen bagi produksi dan konsumsi KBLBB hingga 31 Desember 2023, relaksasi penilaian kualitas kredit untuk pembelian KBLBB dan/atau pengembangan industri hulu dari KBLBB dengan plafon sampai dengan Rp 5 miliar. 

Selanjutnya, penegasan bahwa penyediaan dana kepada debitur dengan tujuan pembelian kendaraan listrik dan/atau pengembangan industri hulu KBLBB—industri baterai, industri charging station, dan industri komponen—dapat dikategorikan sebagai pemenuhan ketentuan penerapan keuangan berkelanjutan sebagaimana yang diatur dalam POJK No.51/POJK.03/2017.

Adapun pengecualian Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) untuk penyediaan dana dalam rangka produksi KBLBB beserta infrastrukturnya dapat dikategorikan sebagai program pemerintah yang mendapatkan pengecualian BMPK.

Sementara di bidang pasar modal, OJK memberikan diskon pungutan atas biaya pernyataan pendaftaran green bond termasuk untuk pendanaan KBLBB menjadi sebesar 25 persen dari pungutan semula. Ini yang  kemudian direspons pula oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan turut memberikan diskon tarif biaya pencatatan tahunan green bond tersebut sebesar 50 persen dari tarif biaya pencatatan.

“OJK menawarkan berbagai alternatif mekanisme pendanaan di pasar modal untuk mendorong pertumbuhan industri KBLBB. Misalnya untuk pendanaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) atau Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU)” kata Darmansyah.

Di bidang IKNB, lanjut Darmansyah, OJK memberikan insentif dan inisiatif untuk perusahaan pembiayaan berupa penyaluran dana kepada nasabah dalam rangka produksi dan konsumsi KBLBB dapat diberikan relaksasi bobot risiko aset yang disesuaikan menjadi 50 persen.

Selanjutnya: Selain itu, ada penilaian kualitas pembiayaan ...






Banyak Perusahaan Asuransi Nakal, Puskapkum Minta OJK Tingkatkan Pengawasan

22 jam lalu

Banyak Perusahaan Asuransi Nakal, Puskapkum Minta OJK Tingkatkan Pengawasan

Peneliti senior Pusat Kajian Kebijakan Publik dan Hukum (Puskapkum) Panti Rahayu mengatakan fenomena perusahaan asuransi nakal harus dihadapi dengan langkah-langkah serius.


Laba Bersih BRI Tumbuh 67 Persen Menjadi Rp 51,4 Triliun pada 2022

23 jam lalu

Laba Bersih BRI Tumbuh 67 Persen Menjadi Rp 51,4 Triliun pada 2022

Laba bersih PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI tumbuh 67 persen menjadi Rp 51,4 triliun pada 2022 dibanding periode yang sama pada 2021


Luhut: Insentif Kendaraan Listrik Harus Diumumkan Bulan Ini

1 hari lalu

Luhut: Insentif Kendaraan Listrik Harus Diumumkan Bulan Ini

Menteri Luhut buka suara ihwal kelanjutan rencana pemerintah memberikan insentif untuk pembelian kendaraan listrik.


Kendaraan Listrik Belum Bisa Diterapkan ke Angkutan Perintis, Ini Alasannya

1 hari lalu

Kendaraan Listrik Belum Bisa Diterapkan ke Angkutan Perintis, Ini Alasannya

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menjelaskan bahwa penggunaan kendaraan listrik belum bisa diterapkan untuk angkutan perintis. Kenapa?


Jokowi Panggil Teten Buntut Kasus Indosurya cs, OJK dan LPS Khusus Koperasi Akan Dibentuk

1 hari lalu

Jokowi Panggil Teten Buntut Kasus Indosurya cs, OJK dan LPS Khusus Koperasi Akan Dibentuk

Presiden Jokowi siang ini memanggil Menteri Koperasi Teten Masduki untuk membicarakan tindak lanjut atas berbagai kasus koperasi bermasalah.


Harga Kendaraan Listrik Turun, Rivian Automotif PHK 840 Karyawan

1 hari lalu

Harga Kendaraan Listrik Turun, Rivian Automotif PHK 840 Karyawan

Rivian Automotif melakukan PHK terhadap 840 karyawan karena kondisi perusahaan sedang mengalami kesulitan ekonomi dan harga kendaraan listrik turun.


Kemenhub: Kendaraan Listrik Bukan untuk Angkutan Perintis

2 hari lalu

Kemenhub: Kendaraan Listrik Bukan untuk Angkutan Perintis

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) belum berencana menggunakan kendaraan listrik sebagaii angkutan perintis.


Kendaraan Listrik di Indonesia Dinilai Belum Sesuai Bisnis Produsen, Kenapa?

2 hari lalu

Kendaraan Listrik di Indonesia Dinilai Belum Sesuai Bisnis Produsen, Kenapa?

Pengembangan kendaraan listrik di Indonesia saat ini dianggap belum sesuai dengan arah bisnis dari para pemain industri otomotif.


Wakil Dubes Inggris Bertemu Pejabat Pemda Bali, Bahas Transportasi Hijau

2 hari lalu

Wakil Dubes Inggris Bertemu Pejabat Pemda Bali, Bahas Transportasi Hijau

Wakil Dubes Inggris untuk Indonesia Matt Downing ingin menjajaki kemitraan terkait transportasi hijau saat bertemu dua pejabat Pemda Bali.


Bus Listrik Daimler Akan Hadir di Indonesia pada Kuartal Ke-2 Tahun Ini

2 hari lalu

Bus Listrik Daimler Akan Hadir di Indonesia pada Kuartal Ke-2 Tahun Ini

PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia dilaporkan telah merencanakan untuk membawa bus listrik ke Tanah Air.