Bursa Efek Indonesia Suspensi Saham PT Hanson International, Sebab...

Ilustrasi Saham atau Ilustrasi IHSG. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

TEMPO.CO, Jakarta - Bursa Efek Indonesia atau BEI melakukan penghentian sementara perdagangan atau suspensi saham PT Hanson International Tbk. (MYRX), terhitung sejak Rabu, 23 November 2023.. 

Berdasarkan surat pengumuman Bursa Efek Indonesia yang ditandatangani Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 3 Goklas Tambunan, Hanson International telah dikenakan notasi khusus selama lebih dari satu tahun berturut-turut sejak tanggal 14 Oktober 2021, maka atas hal tersebut, BEI memutuskan untuk melakukan suspensi saham di seluruh pasar sejak sesi I perdagangan Rabu, 23 November 2022. 

“Selanjutnya, Bursa meminta kepada pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perusahaan tercatat,” tulis pengumuman BEI, dikutip Kamis, 24 November 2022. 

Harga saham MYRX yang tercatat di Papan Pengembangan mandek di level Rp50 sebelum disuspensi BEI. Adapun notasi khusus yang disematkan pada saham MYRX adalah B yakni adanya permohonan pailit, dan L yakni perusahaan tercatat terakhir kali menyampaikan laporan keuangan pada kuartal III/2019. 

Saham MYRX juga dikenakan notasi Y yakni tanda perusahaan tercatat belum menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) sampai dengan 6  bulan setelah tahun buku berakhir. Selain itu, notasi X, yakni sebagai tanda MYRX memenuhi kriteria efek bersifat ekuitas dalam pemantauan khusus. 

Sebelumnya, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan bursa selektif dalam memberikan izin kepada emiten yang masuk bursa. Adapun BEI mempertimbangkan berbagai faktor sebelum mengizinkan emiten masuk ke bursa seperti faktor substansi, legal, dan administrasi. 

Lebih lanjut, Nyoman mengatakan bursa melakukan pengawasan atas kinerja operasional dan keuangan pasca sebuah emiten resmi melantai di bursa.

Apabila terjadi permasalahan hukum atau legal issues sebelum pailit, maka bursa mewajibkan emiten terkait untuk memberikan penjelasan melalui keterbukaan informasi. Bursa meminta penjelasan bagaimana dampak dari permasalahan yang dialami dan langkah apa yang dilakukan manajemen untuk menyelesaikan masalah tersebut. 

Sebagai informasi, PT ASABRI mengenggam 5,40 persen saham MYRX, sementara Benny Tjokorosaputro memiliki 4,25 persen, dan masyarakat mengantongi porsi paling jumbo sebesar 90,34 persen per Desember 2019. 

Baca Juga: Ini Tanggapan Manajemen Hanson International Setelah Dinyatakan Pailit

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.  






IHSG Turun ke Zona Merah, Samuel Sekuritas: Indeks Sektor Teknologi Turun Terdalam

2 jam lalu

IHSG Turun ke Zona Merah, Samuel Sekuritas: Indeks Sektor Teknologi Turun Terdalam

IHSG perlahan melemah dan turun ke zona merah, sebelum menutup sesi pertama hari ini, Senin, 28 November 202 di level 7.037,2.


IHSG Diprediksi Menguat Dekati 7.200, Samuel Sekuritas Sebut 5 Saham Patut Dicermati

6 jam lalu

IHSG Diprediksi Menguat Dekati 7.200, Samuel Sekuritas Sebut 5 Saham Patut Dicermati

PT Samuel Sekuritas Indonesia memprediksi jika indeks mampu tembus supply level 7.100-7.130, maka IHSG dapat berpotensi mengalami tren kenaikan.


Tahun Resesi 2023, Ini Daftar Sektor yang Berpotensi Bersinar di Pasar Saham

1 hari lalu

Tahun Resesi 2023, Ini Daftar Sektor yang Berpotensi Bersinar di Pasar Saham

Kinerja saham di Indonesia sepanjang tahun ini bervariasi, dengan sejumlah sektor mencetak kinerja unggul dan lainnya melemah.


Emiten TBS Energi Catat Laba Bersih USD 54,75 Juta, Naik 60 Persen

1 hari lalu

Emiten TBS Energi Catat Laba Bersih USD 54,75 Juta, Naik 60 Persen

Emiten tambang batu bara PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) mencetak peningkatan kinerja hingga September 2022


Bursa Efek Umumkan Potensi Delisting ke Empat Emiten Ini, Penyebabnya?

2 hari lalu

Bursa Efek Umumkan Potensi Delisting ke Empat Emiten Ini, Penyebabnya?

Bursa Efek Indonesia telah mengumumkan 4 emiten di Bursa yang berpotensi mengalami delisting.


Sebelum Akhir Tahun, Berikut Daftar Emiten-emiten yang Tebar Dividen Setelah BCA

3 hari lalu

Sebelum Akhir Tahun, Berikut Daftar Emiten-emiten yang Tebar Dividen Setelah BCA

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi satu dari 5 emiten yang bakal membagikan dividen interim dalam waktu dekat.


Samuel Sekuritas: IHSG Bergerak dalam Pola Konsolidasi, Cermati Saham Berikut

4 hari lalu

Samuel Sekuritas: IHSG Bergerak dalam Pola Konsolidasi, Cermati Saham Berikut

Vice President PT Samuel Sekuritas Indonesia M. Alfatih mengatakan pergerakan IHSG masih dalam pola konsolidasi pada Kamis, 24 November 2022.


IHSG Menghijau di Sesi Pertama, Saham BUMI Paling Aktif Dijualbelikan

5 hari lalu

IHSG Menghijau di Sesi Pertama, Saham BUMI Paling Aktif Dijualbelikan

Indeks sektor energi (IDXENERGY) menjadi indeks sektoral IHSG yang menutup sesi pertama hari ini dengan penguatan tertinggi.


4 Emiten Akan Bagikan Dividen Akhir November 2022, Apa Saja?

5 hari lalu

4 Emiten Akan Bagikan Dividen Akhir November 2022, Apa Saja?

Emiten cat milik keluarga Crazy Rich Surabaya Hermanto Tanoko, PT Avia Avian Tbk. akan membagikan dividen interim sebesar Rp619,53 miliar.


IHSG Melemah di Sesi Pertama, Indeks Sektor Teknologi Paling Lesu

7 hari lalu

IHSG Melemah di Sesi Pertama, Indeks Sektor Teknologi Paling Lesu

IHSG menutup sesi pertama perdagangan Senin, 21 November 2022, di level 7.057,8 atau turun 0,34 persen dari angka penutupan Jumat, 18 November 2022, di level 7.082,1.