Migrasi ke Kompor Listrik, Pengusaha Warteg: Butuh Waktu Setidaknya 5 Tahun

Pelayan menyiapkan pesanan pelanggan di warteg kawasan Jakarta, Jumat 30 Juli 2021. Tak hanya pengunjung, pelayan warteg pun diwajibkan sudah divaksin Covid-19. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta - Pengusaha warteg mengatakan migrasi ke kompor listrik tidak bisa dilakukan secara instan. Ketua Koordinator Warteg Nusantara (Kowantara), Mukroni, mengaku butuh waktu untuk melakukan persiapan.

“Ini lagi dikaji dengan teman-teman pengurus dan paguyuban lainnya. Mungkin butuh waktu tiga sampai lima tahun lagi,” kata Mukroni kepada Tempo, Ahad, 25 September 2022.

Mukroni menyebut kompor listrik dengan daya 1.000 watt sulit diterapkan di warteg. Sebab, kebanyakan warteg menggunakan listrik dengan daya di bawah 1.3000 watt. Sementara penggunaan listriknya beragam, misalnya untuk kulkas, kipas angin, blender.

“Dan warteg banyak membutuhkan alat masak lebih dari satu. Kalau dua kompor listrik ini membutuhkan 1 kompor listrik 1000 watt, kalau 3 kompor sudah 3.000 watt. Inii akan menyulitkan usaha warteg,” kata dia.

Selain itu mengenai kecepatan memasak, Mukroni menggap memasak menggunakan kompor gas akan menjadi lebih cepat ketimbang menggunakan kompor listrik. Oleh karena itu, kompor gas lebih cocok digunakan untuk warteg yang bisa menyediakan menu makanan hingga lebih dari 40 macam.

Belum siapnya warteg untuk buru-buru bermigrasi ke kompor listrik, kata Mukroni, juga disebabkan harga kompor listrik yang lebih mahal daripada kompor gas. Sehingga, migrasi secara tiba-tiba bisa menjadi beban. Apalagi jika kondisi ekonomi masih belum sepenuhnya pulih setelah pandemi Covid-19.

“Kompor listrik juga nggak bisa digunakan untuk semua jenis alat masak, dan hanya beroperasi bila menggunakan alat masak yang terbuat dari baja tahan karat atau besi. Ini tentunya merepotkan warteg,” kata dia.

Selanjutnya: Airlangga pastikan program konversi ke kompor listrik tak berlaku tahun ini.






Timbul Tenggelam Tambang Ilegal di Jawa Tengah, Ada Beking Kuat?

1 jam lalu

Timbul Tenggelam Tambang Ilegal di Jawa Tengah, Ada Beking Kuat?

Tambang ilegal tersebar di beberapa wilayah di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.


Rencana Pembagian Rice Cooker Gratis, Susi Pudjiastuti: Tolong untuk Bangun Sekolah

22 jam lalu

Rencana Pembagian Rice Cooker Gratis, Susi Pudjiastuti: Tolong untuk Bangun Sekolah

Lewat cuitannya, Susi Pudjiastuti berpendapat dana itu bakal lebih baik jika digunakan untuk membangun 30 gedung sekolah.


Anggaran Rice Cooker Gratis Belum Ada, Menteri ESDM: Masih Perlu Pendalaman

1 hari lalu

Anggaran Rice Cooker Gratis Belum Ada, Menteri ESDM: Masih Perlu Pendalaman

ESDM menegaskan wacana pembagian paket bantuan rice cooker listrik senilai Rp500.000 per keluarga penerima manfaat (KPM) belum final.


Mendag Enggan Komentar soal RI Kalah Gugatan Ekspor Nikel

2 hari lalu

Mendag Enggan Komentar soal RI Kalah Gugatan Ekspor Nikel

RI kalah atas gugatan ekspor bijih nikel yang diajukan di World Trade Organization. Pemerintah akan mengajukan banding.


Energy Watch: 680 Ribu Rice Cooker Gratis Bisa Kurangi Penggunaan LPG, tapi....

2 hari lalu

Energy Watch: 680 Ribu Rice Cooker Gratis Bisa Kurangi Penggunaan LPG, tapi....

Pemerintah akan membagikan 680 ribu rice cooker gratis kepada masyarakat sesuai data Kementerian Sosial.


ESDM Bakal Bagikan 680 Ribu Rice Cooker Gratis, Siapa yang Diuntungkan?

2 hari lalu

ESDM Bakal Bagikan 680 Ribu Rice Cooker Gratis, Siapa yang Diuntungkan?

Mamit Setiawan, menanggapi wacana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang akan membagikan 680 ribu unit penanak nasi listrik alias rice cooker.


Perusahaan Energi Nuklir Rusia Tawari Kerja Sama Bangun PLTN Terapung untuk Indonesia

2 hari lalu

Perusahaan Energi Nuklir Rusia Tawari Kerja Sama Bangun PLTN Terapung untuk Indonesia

Rosatom State Corporation, menawarkan kerja sama membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) terapung untuk Indonesia.


Konsumsi Listrik RI 1.169 kWh per Kapita, ESDM: Tertinggal Dibanding Negara Tetangga

5 hari lalu

Konsumsi Listrik RI 1.169 kWh per Kapita, ESDM: Tertinggal Dibanding Negara Tetangga

Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Ida Nuryatin Finahari menilai konsumsi listrik di Indonesia masih tertinggal dari negara-negara tetangga.


Pemerintah Bakal Bagi-bagi 680 Ribu Rice Cooker, Kementerian ESDM Akui Ada Pro Kontra

6 hari lalu

Pemerintah Bakal Bagi-bagi 680 Ribu Rice Cooker, Kementerian ESDM Akui Ada Pro Kontra

Program bagi-bagi rice cooker yang diklaim bisa menghemat subsidi Rp 52,22 miliar itu, menurut ESDM, bisa mendorong penggunaan energi bersih.


Kementerian ESDM: 439 SPKLU untuk Kendaraan Listrik Sudah Berdiri, Berikut Tarifnya

6 hari lalu

Kementerian ESDM: 439 SPKLU untuk Kendaraan Listrik Sudah Berdiri, Berikut Tarifnya

Selain SPKLU, ada 966 unit stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum (SPBKLU) yang sudah terpasang di lebih dari 100 titik lokasi.