IHSG Langsung Menguat ke 7.209,53 Usai BI Naikkan Suku Bunga 50 Basis Poin

Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis, 28 April 2022. IHSG parkir pada posisi 7.246,25 atau naik 0,69 persen. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG kian menguat pada perdagangan sore hari ini, Kamis, 22 September 2022. Indeks melejit usai Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan yakni BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) .

Sebelumnya, IHSG di awal perdagangan sempat anjlok setelah adanya keputusan The Fed tadi malam yang mengerek suku bunga 75 basis poin. Setelah itu pelaku pasar lalu menanti keputusan Bank Indonesia soal suku bunga pada siang ini pukul 14.00 WIB.

Pada pukul 14,30 WIB, beberapa saat setelah BI mengumumkan kenaikan suku bunga acuan, IHSG langsung naik 0,3 persen atau 21,21 poin menjadi 7.209,53. Adapun sepanjang sesi, indeks bergerak di rentang 7.127,46-7.225,55.

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada 21-22 September 2022 memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI7DDR sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4,25 persen.

"Berdasarkan asesmen terkini, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 21 dan 22 September 2022 memutuskan untuk menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 50 bps menjadi 4,25 persen,"kata Gubernur BI Perry Warjiyo, Kami, 22 September 2022.

Sejalan dengan keputusan tersebut, BI menetapkan suku bunga Deposit Facility sebesar 50 basis poin menjadi 3,5 persen dan suku bunga Lending Facility menjadi 5,0 persen.

Adapun Direktur MNC Asset Management Edwin Sebayang dalam riset hariannya menyebutkan ada kekhawatiran pasar soal The Fed yang akan menaikkan kembali suku bunga sekitar 125 bps atau 1,25 persen di dua pertemuan The Fed hingga akhir tahun 2022.

Selain itu ada prediksi The Fed bakal menaikkan suku bunga terus berlanjut hingga 4,6 persen pada 2023. Hal-hal tersebut turut memicu banyak aksi jual di Wall Street yang pada akhirnya membuat Indeks DJIA terjun bebas di hari kedua sebesar 1,7 persen.

Walhasil, dalam 2 hari perdagangan saja DJIA turun sebesar 2,71 persen. Tak hanya itu, indeks EIDO juga terpantau menurun sebesar 0,29 persen. Ditambah lagi harga beberapa komoditas seperti minyak mentah terpantau melemah sebesar 1,35 persen, nikel turun 0,55 persen pada perdagangan kemarin.

Kembali terpuruknya nilai tukar rupiah dan menembus level Rp15.000 per dolar AS juga jadi sentimen negatif bagi perdagangan di Bursa Indonesia pada hari ini. Edwin juga mengatakan bahwa pelaku pasar juga tengah menunggu respon Bank Indonesia apakah akan kembali menaikkan suku bunga acuan (7DRR) sebesar 25 bps.

BISNIS

Baca: Sri Mulyani Beberkan 3 Prestasi Indonesia: Sangat Baik Tangani Covid-19, PDB, dan APBN

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini






Target Transaksi Solo Great Sale 2022 Rp 2 Triliun, Ada Lelang Mobil Bekas Jokowi

16 jam lalu

Target Transaksi Solo Great Sale 2022 Rp 2 Triliun, Ada Lelang Mobil Bekas Jokowi

Solo Great Sale 2022 atau SGS 2022 bakal dibuka mulai Ahad, 25 September 2022. Target transaksi dalam SGS yang semula dipatok senilai Rp 1,3 triliun, dinaikkan jadi Rp 2 triliun


Harga Minyak Dunia Anjlok di Level Terendah Sejak Januari, Apa Penyebabnya?

1 hari lalu

Harga Minyak Dunia Anjlok di Level Terendah Sejak Januari, Apa Penyebabnya?

Harga minyak WTI turun 5,7 persen menjadi US$ 78,74 per barel di New York Mercantile Exchange. Sedangkan Brent ditutup di posisi US$ 86,15 per barel.


Bank Indonesia: Modal Asing Keluar Rp 3,53 T Pekan Ini, Terbanyak dari SBN

1 hari lalu

Bank Indonesia: Modal Asing Keluar Rp 3,53 T Pekan Ini, Terbanyak dari SBN

Bank Indonesia mencatat, aliran modal asing yang keluar dari pasar keuangan dalam negeri terjadi selama sepekan ini. Terutama dari pasar surat berharga negara (SBN).


Bank Indonesia Prediksi Inflasi September 1,1 Persen, BBM dan Tarif Angkutan Penyumbang Utama

1 hari lalu

Bank Indonesia Prediksi Inflasi September 1,1 Persen, BBM dan Tarif Angkutan Penyumbang Utama

Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada September 2022 mencapai 1,10 persen dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm).


Suku Bunga BI Naik Agresif, Pengusaha: Ekonomi dan Daya Beli Turun, Inflasi Semakin Tinggi

1 hari lalu

Suku Bunga BI Naik Agresif, Pengusaha: Ekonomi dan Daya Beli Turun, Inflasi Semakin Tinggi

Pengusaha memperkirakan tingkat inflasi tetap tinggi meski kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia agresif.


Pelemahan Saham Big Cap Seret IHSG Akhir Pekan di Zona Merah, Turun 0,56 Persen

1 hari lalu

Pelemahan Saham Big Cap Seret IHSG Akhir Pekan di Zona Merah, Turun 0,56 Persen

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada penutupan perdagangan akhir pekan ini, Jumat, 23 September 2022.


IHSG Ditutup Melemah di Perdagangan Sesi I, Sektor Teknologi dan Properti Lesu

2 hari lalu

IHSG Ditutup Melemah di Perdagangan Sesi I, Sektor Teknologi dan Properti Lesu

IHSG ditutup di posisi 7.187,8. Sebanyak 296 saham menguat, 240 melemah, dan 184 stagnan.


Apa Itu Suku Bunga dan Fungsinya?

2 hari lalu

Apa Itu Suku Bunga dan Fungsinya?

Naik turunnya tingkat suku bunga dipengaruhi penawaran dan permintaan uang


Rupiah Masih Loyo di Tengah Kenaikan Suku Bunga, Ini Kata Ekonom

2 hari lalu

Rupiah Masih Loyo di Tengah Kenaikan Suku Bunga, Ini Kata Ekonom

Kemarin, BI mengerek suku bunga acuannya sebesar 50 basis poin.


Suku Bunga Acuan Naik jadi 4,25 Persen, Kadin: Pengusaha Tingkatkan Efisiensi

2 hari lalu

Suku Bunga Acuan Naik jadi 4,25 Persen, Kadin: Pengusaha Tingkatkan Efisiensi

Kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia menjadi 4,25 persen dinilai akan menambah beban berat yang harus dipikul kalangan pengusaha.