Kini Giliran Muhammadiyah Resmi Haramkan Kripto, Apa Sebabnya?

Kamis, 20 Januari 2022 06:40 WIB

Ilustrasi aset kripto. REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Setelah Majelis Ulama Indonesia atau MUI dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, kini giliran Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah mengeluarkan fatwa bahwa hukum penggunaan aset kripto sebagai alat transaksi adalah haram.

Situs resmi Muhammadiyah menyebutkan fatwa haram mata uang kripto disampaikan dalam keputusan Fatwa Tarjih tersebut. “Dalam Fatwa Tarjih menetapkan bahwa mata uang kripto hukumnya haram baik sebagai alat investasi maupun sebagai alat tukar,” tulis Muhammadiyah dalam laman resminya, Selasa, 18 Januari 2022.

Sebelumnya Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah melihat mata uang kripto dari dua sisi yaitu sebagai instrumen investasi dan sebagai alat tukar.

Hal ini juga didasarkan pada kerangka etika bisnis yang diputuskan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid dalam Musyawarah Nasional XXVII di Padang tahun 2003 sebagai seperangkat norma yang bertumpu pada akidah, syariat, dan akhlak yang diambil dari Al Qur’an dan Sunah Al Maqbulah yang digunakan sebagai tolok ukur dalam kegiatan bisnis serta hal-hal yang berhubungan dengannya.

Bersifat spekulatif

Dalam pandangannya, mata uang kripto sebagai alat investasi menurut Majelis Tarjih dan Tajdid memiliki banyak kekurangan jika ditinjau dari syariat Islam. Salah satunya adalah sifat spekulatif yang sangat kentara.

Nilai Bitcoin misalnya, sangat fluktuatif dengan kenaikan atau penurunan yang tidak wajar. Selain itu, cryptocurrency tersebut mengandung gharar atau ketidakjelasan. Bitcoin disebut hanyalah angka-angka tanpa adanya underlying asset atau aset yang menjamin aset kripto itu seperti emas dan barang berharga lain.

“Sifat spekulatif dan gharar ini diharamkan oleh syariat sebagaimana Firman Allah dan hadis Nabi SAW serta tidak memenuhi nilai dan tolok ukur Etika Bisnis menurut Muhammadiyah, khususnya dua poin ini, yaitu: tidak boleh ada gharar (HR. Muslim) dan tidak boleh ada maisir (QS. Al Maidah ayat 90),” seperti dikutip dari rilis situs Muhammadiyah tersebut.

Jika dilihat dari mata uang kripto sebagai sebagai alat tukar, majelis menjelaskan, berdasarkan hukum asalnya adalah boleh sebagaimana kaidah fikih dalam bermuamalah.

Majelis mengungkapkan, penggunaan mata uang kripto sebenarnya mirip dengan skema barter, selama kedua belah pihak sama-sama rida, tidak merugikan dan melanggar aturan yang berlaku. “Namun, jika menggunakan dalil sadd adz dzariah (mencegah keburukan), maka penggunaan uang kripto ini menjadi bermasalah."

Bagi Majelis Tarjih, standar mata uang yang dijadikan sebagai alat tukar wajib memenuhi dua syarat yaitu diterima masyarakat dan disahkan negara yang dalam hal ini diwakili oleh otoritas resminya seperti bank sentral.






Perusahaan Kripto Dibobol Peretas, Rugi USD 100 Juta

1 hari lalu

Perusahaan Kripto Dibobol Peretas, Rugi USD 100 Juta

Seorang pencuri telah membobol sistem digital perusahaan kripto yang menyebabkan kerugian sampai US$ 100 juta.


Buya Hamka Selesaikan Tafsir Al-Azhar 30 Jilid Selama 2 Tahun Dipenjara Orde Lama

2 hari lalu

Buya Hamka Selesaikan Tafsir Al-Azhar 30 Jilid Selama 2 Tahun Dipenjara Orde Lama

Buya Hamka meninggal dunia di Jakarta dalam usia 73 tahun pada 24 Juni 1981. Dijebloskan penjara Orde Lama, diselesaikannya 30 jilid Tafsir A;-Azhar.


Jadi Brand Ambassador, Angel Lelga Beberkan Kronologi Kena Tipu Bisnis Kripto

3 hari lalu

Jadi Brand Ambassador, Angel Lelga Beberkan Kronologi Kena Tipu Bisnis Kripto

Angel Lelga kena tipu proyek kripto currency. Namanya dijadikan brand ambassador oleh salah satu perusahaan aset kripto.


Biaya Hidup Meroket, Sebagian Warga Inggris beralih ke Judi dan Kripto

3 hari lalu

Biaya Hidup Meroket, Sebagian Warga Inggris beralih ke Judi dan Kripto

Melonjaknya biaya hidup mendorong sebagian warga Inggris untuk berjudi dan berinvestasi di mata uang kripto sebagai upaya mencukupi kebutuhan


Saran Pengamat Jika PDIP Ingin Menggandeng Basis Suara Massa Islam di Pemilu 2024

3 hari lalu

Saran Pengamat Jika PDIP Ingin Menggandeng Basis Suara Massa Islam di Pemilu 2024

Pengamat menyatankan PDIP mesti mendekati lagi ormas berbasis Islam dari akar rumput sampai ke pengurus elit. Sementara itu PDIP juga melirik PKB untuk digandeng dalam Pemilu 2024.


Muhammadiyah Tetapkan Hari Raya Idul Adha 9 Juli 2022, Ini Pesan Haedar Nashir

3 hari lalu

Muhammadiyah Tetapkan Hari Raya Idul Adha 9 Juli 2022, Ini Pesan Haedar Nashir

Muhammadiyah telah menetapkan Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah jatuh pada 9 Juli 2022.


Harga Bitcoin Rebound ke Rp 291 Jutaan, Saatnya Buy the Dip?

6 hari lalu

Harga Bitcoin Rebound ke Rp 291 Jutaan, Saatnya Buy the Dip?

Harga Bitcoin hari ini terpantau rebound ke level US$ 19.620 per keping atau Rp 291 jutaan setelah dua hari sebelumnya jeblok ke level terendah.


Bitcoin Anjlok hingga di Bawah Rp 274 Juta, Apa Saja Pemicunya?

7 hari lalu

Bitcoin Anjlok hingga di Bawah Rp 274 Juta, Apa Saja Pemicunya?

Harga Bitcoin jeblok hingga ke bawah level US$ 18.500 atau sekitar Rp 274 jutaan untuk pertama kalinya pada Sabtu,


Faktor Ini Dinilai Penyebab Harga Bitcoin Turun Menjadi USD 19 Ribuan

7 hari lalu

Faktor Ini Dinilai Penyebab Harga Bitcoin Turun Menjadi USD 19 Ribuan

Bitcoin terperosok ke bawah US$20.000 untuk pertama kalinya sejak Desember 2020


Astra Kembangkan Program SMK Binaan Tingkatkan Daya Saing Vokasi

9 hari lalu

Astra Kembangkan Program SMK Binaan Tingkatkan Daya Saing Vokasi

Guna mengembangkan kualitas sumber daya manusia vokasi, PT Astra Internasional melakukan Kick Off National Showcase Showcase SMK Binaan Astra.