Rupiah Ditutup Melemah Tipis, Tertekan Sinyal Kenaikan Suku Bunga The Fed

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Petugas penukaran mata uang asing tengah menghitung uang pecahan 100 dolar Amerika di Jakarta, Kamis, 24 Desember 2020.  Penguatan rupiah terjadi bersamaan dengan tren apresiasi mata uang Asia terhadap dolar AS.  Tempo/Tony Hartawan

    Petugas penukaran mata uang asing tengah menghitung uang pecahan 100 dolar Amerika di Jakarta, Kamis, 24 Desember 2020. Penguatan rupiah terjadi bersamaan dengan tren apresiasi mata uang Asia terhadap dolar AS. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat di pasar spot ditutup melemah tipis di level Rp 14.296 pada perdagangan akhir pekan, Jumat, 14 Januari 2022. Mata uang Garuda turun satu poin dari penutupan hari sebelumnya di posisi Rp 14.295.

    “Untuk perdagangan  Senin depan, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif, namun ditutup menguat di rentang  Rp 14.270-14.330,” tutur  Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya, Jumat.

    Pelemahan rupiah hari ini terdorong sinyal The Fed yang bersiap-siap menaikkan suku bunga pada Maret 2022. Rencana ini telah diungkapkan dalam sidang Komite Perbankan Senat Amerika, juga disampaikan Presiden Fed New York John Williams dalam waktu yang hampir bersamaan. Selain itu, pergerakan mata uang terpengaruh inflasi Amerika Serikat yang meningkat dalam beberapa pekan ke belakang.

    Di sisi lain, krisis politik di London yang mengancam posisi Perdana Menteri Boris Johnson masih memberikan keyakinan kepada pasar bahwa ekonomi negara tersebut dapat menahan gelombang infeksi Covid-19. Dengan demikian, Bank of England dapat menaikkan suku bunga bulan depan.

    Di Asia Pasifik, rupiah terpengaruh oleh pemulihan ekonomi yang terjadi di negara-negara maju. Data Cina menunjukkan ekspor negara tersebut tumbuh 20,9 persen, sementara impor tumbuh 19,5 persen.

    Di Korea Selatan, Bank of Korea telah mengumumkan kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 1,25 persen. Walhasil, Korea Selatan mencatatkan kenaikan won mingguan 1,3 persen.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Tutup Sementara PTM 100 Persen di Sekolah yang Terpapar Covid-19

    Pemprov DKI Jakarta menutup sejumlah sekolah yang menggelar PTM 100 persen karena terpapar Covid-19. Namun sejumlah sekolah sudah kembali berkegiatan.