Ethereum hingga Bitcoin Melemah, Ini Kata Analis

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Bitcoin dan Ethereum REUTERS/Dado Ruvic

    Bitcoin dan Ethereum REUTERS/Dado Ruvic

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur PT.TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mencatat dalam perdagangan sore ini, 14 Januari 2022, Ethereum di platform Litedex Protocol pukul 15.00 WIB, melemah di harga US$ 3.271,58 (-2,10 persen).

    "Dengan volume transaksi sebesar US$ 15,35 miliar dengan kapitalisasi pasar U$ 392,43 miliar," kata Ibrahim dalam keterangan tertulis Jumat, 14 Januari 2022.

    Selain Ethereum, dia mencatat Bitcoin dan Kripto berkapitalisasi pasar utama lainnya kembali melemah dalam perdagangan hari ini. Hal ini disebabkan oleh investor memangkas posisi beli karena mereka bertaruh bahwa beberapa kenaikan suku bunga Amerika Serikat sepenuhnya diperhitungkan untuk 2022.

    Keyakinan bahwa ekonomi Inggris dapat menahan wabah Covid-19 terbaru dan bahwa Bank of England dapat menaikkan suku bunga mulai Februari 2022, kata dia, telah menopang pound, meskipun krisis politik mengancam posisi Perdana Menteri Boris Johnson.

    Sementara itu, suku bunga berjangka AS telah mengunci empat kenaikan suku bunga pada 2022, didukung oleh pejabat Fed termasuk calon wakil ketua Lael Brainard.

    "Investor Kripto tampaknya mengisyaratkan bahwa mengakhiri pelonggaran kuantitatif, menaikkan suku bunga empat kali, dan memulai pengetatan kuantitatif semuanya dalam waktu sembilan bulan begitu agresif sehingga akan membatasi ruang lingkup untuk kenaikan lebih jauh," kata Public Relation Manager Litedex Protocol, David Saragih dalam catatan yang dikutip Ibrahim.

    HENDARTYO HANGGI

    Baca juga: UOB Akuisisi Bisnis Konsumer CItigroup, Nasabah Akan Tambah Jadi 5,3 Juta

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    RUU IKN: Ibu Kota Negara Baru Dinamai Nusantara

    Dengan UU IKN, pembangunan akan dilakukan secara bertahap. Ada tiga kementrian dan lebih dari dua ribu PNS yang akan dipindahkan pada tahap awal.