Alasan Soekarno Menamai Pusat Perbelanjaan itu dengan Sarinah

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Gedung Sarinah di Jalan MH Thamrin pada tahun 1984 (atas) dan pada 11 Mei 2020 (bawah). Gedung Sarinah dikelola oleh PT Sarinah (Persero), sebuah Badan Usaha Milik Negara atau BUMN. Manajemen memutuskan merenovasi salah satu ikon bangunan penting di Jakarta itu secara besar-besaran hingga menganggarkan dana mencapai Rp700 miliar.  dok.TEMPO/Sudibyo ; TEMPO/Tony Hartawan

    Gedung Sarinah di Jalan MH Thamrin pada tahun 1984 (atas) dan pada 11 Mei 2020 (bawah). Gedung Sarinah dikelola oleh PT Sarinah (Persero), sebuah Badan Usaha Milik Negara atau BUMN. Manajemen memutuskan merenovasi salah satu ikon bangunan penting di Jakarta itu secara besar-besaran hingga menganggarkan dana mencapai Rp700 miliar. dok.TEMPO/Sudibyo ; TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Soekarno, sosok di balik pendirian Gedung Sarinah.  Melansir dari sarinah.co, Tujuan pendirian Sarinah adalah sebagai pusat perdagangan dan promosi produk-produk dalam negeri, termasuk mendukung kemajuan produk usaha kecil, menengah dan koperasi.

    Gedung setinggi 75 meter dengan 15 lantai itu menjadi ikon pusat perbelanjaan di Indonesia pada masanya. Apa yang melatarbelakangi penamaan Sarinah pada gedung tinggi itu?

    Gedung Sarinah dikelola oleh PT Department Store Indonesia dan berganti nama menjadi PT Sarinah (Persero) yang bergerak di bidang ritel dan menjadi pelopor bisnis ritel di Indonesia. Gedung Sarinah didirikan pada 1966, bertepatan dengan hari proklamasi kemerdekaan Indonesia dan berlokasi di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

    Penaamaan Sarinah dilatarbelakangi oleh bentuk penghormatan Presiden Soekarno kepada sosok pengasuhnya di masa kecil. Mengutip jurnal dari laman iain-jember.ac.id, sosok perempuan bernama Sarinah merupakan pengasuh Presiden Soekarno atau pembantu di keluarganya. Perempuan itu selalu memberikan nasehat dan motivasi untuk mencintai rakyat kecil. Melalui Sarinah pula, Soekarno bercita-cita mengangkat derajat kaum perempuan.

    Selama bergabung menjadi keluarga Soekarno, Sarinah tidak menerima gaji sepeser pun, keluarga Soekarno menganggap Sarinah sebagai keluarga sendiri. “Dari Mbok Sarinah saya mendapat pelajaran untuk mencintai rakyat kecil. Dia sendiri memang rakyat kecil, tetapi memiliki jiwa yang besar” Tulis Soekarno dalam Sarinah: Kewajiban Wanita dalam Perdjoeangan Rakyat Indonesia.

    Kebanggaan Presiden Soekarno terhadap Sarinah tidak hanya diwujudkannya melalui pendirian Gedung termodern se Asia Tenggara pada saat itu, dia juga menabalkan namanya untuk beberapa bukunya. 

    RISMA DAMAYANTI 

    Baca: Hari ini, Teror Bom Bunuh Diri di Sarinah 6 Tahun Lalu

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    RUU IKN: Ibu Kota Negara Baru Dinamai Nusantara

    Dengan UU IKN, pembangunan akan dilakukan secara bertahap. Ada tiga kementrian dan lebih dari dua ribu PNS yang akan dipindahkan pada tahap awal.