BEI Pastikan Omicron Tak Ganggu Rencana Perusahaan Melantai di Bursa

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi bursa efek dan kurs Rupiah. Getty Images

    Ilustrasi bursa efek dan kurs Rupiah. Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna mengatakan merebaknya varian Omicron Covid-19 di beberapa negara belum mempengaruhi rencana sejumlah perusahaan untuk melantai atau IPO di pasar modal.

    "Hingga saat ini, perusahaan-perusahaan yang berada dalam pipeline Bursa masih relatif kondusif," ujar Nyoman kepada awak media, Kamis, 2 Desember 2021.

    Ia mengatakan saat ini terdapat empat perusahaan di sistem e-IPO yang tengah dalam proses penawaran dan pada kemarin dalam proses penjatahan. Perusahaan tersebut antara lain PT Cisarua Mountain Dairy Tbk, PT Widodo Makmur Perkasa Tbk, PT Wira Global Solusi Tbk, serta PT Jaya Swarasa Agung Tbk.

    Apabila semua berjalan lancar, tutur Nyoman, maka empat perusahaan tersebut akan dicatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 6 Desember 2021.

    Di samping itu, Nyoman mengatakan saat ini masih ada empat perusahaan yang sedang dalam proses penawaran di sistem e-IPO. Empat perusahaan itu antara lain PT RMK Energy Tbk, PT Avia Avian Tbk, PT OBM Drilchem Tbk, serta PT Indo Pureco Pratama Tbk.

    "Sedangkan dua perusahaan lainnya yaitu PT Adhi Commuter Properti Tbk dan PT Dharma Polimetal Tbk dalam proses penawaran awal (book building)," kata Nyoman.

    Varian Omicron Covid-19 belakangan menjadi perhatian berbagai negara dan dunia. Menteri Keuangan Amerika Serikat Janet Yellen mengatakan varian Omicron Covid-19 dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi global dengan memperburuk rantai pasokan dan menekan permintaan.

    Yellen mengutip banyak ketidakpastian tentang dampak dari varian yang sangat menular, yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan, mengingat perlambatan ekonomi AS yang parah yang disebabkan munculnya varian Delta Covid-19 awal tahun ini.

    Yellen mengatakan jenis baru virus Corona dapat memperburuk masalah rantai pasokan dan meningkatkan inflasi, tetapi juga menekan permintaan dan menyebabkan pertumbuhan yang lebih lambat, yang akan mengurangi beberapa tekanan inflasi.

    Penyebaran Omicron telah mengguncang pasar keuangan dan mendorong pemerintah-pemerintah di seluruh dunia untuk memperketat pembatasan perjalanan dan tempat kerja. Amerika Serikat melaporkan kasus pertama penularan komunitas dari varian baru pada Kamis.

    CAESAR AKBAR | ANTARA

    Baca juga: Kronologi Penanganan APJII Saat Gedung Cyber 1 Terbakar

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Tutup Sementara PTM 100 Persen di Sekolah yang Terpapar Covid-19

    Pemprov DKI Jakarta menutup sejumlah sekolah yang menggelar PTM 100 persen karena terpapar Covid-19. Namun sejumlah sekolah sudah kembali berkegiatan.