Realisasi Belanja Negara Naik 0,8 Persen Jadi Rp 2.058 hingga Oktober 2021

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani saat memberikan keterangan pers tentang realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 per akhir Oktober 2019 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin, 18 November 2019. Sri juga menyampaikan, realisasi belanja negara tersebut terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp 1.121,1 triliun atau 68,6 persen dari target APBN dan alami pertumbuhan secara tahunan sebesar 4,3 persen, ini lebih rendah dari periode yang sama di tahun 2018 yakni 19,6 persen. TEMPO/Tony Hartawan

    Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani saat memberikan keterangan pers tentang realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 per akhir Oktober 2019 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin, 18 November 2019. Sri juga menyampaikan, realisasi belanja negara tersebut terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp 1.121,1 triliun atau 68,6 persen dari target APBN dan alami pertumbuhan secara tahunan sebesar 4,3 persen, ini lebih rendah dari periode yang sama di tahun 2018 yakni 19,6 persen. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan sampai dengan akhir Oktober 2021, realisasi belanja negara mencapai Rp 2.058,9 triliun atau 74,9 persen dari pagu Aanggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2021.

    "Tumbuh 0,8 persen (yoy) jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual Kamis, 25 November 2021.

    Menurutnya, kenaikan realisasi tersebut utamanya dipengaruhi oleh peningkatan kinerja realisasi Belanja Pemerintah Pusat. Sementara, kata dia, realisasi TKDD dan penyaluran Dana Desa masih perlu ditingkatkan kecepatan dan ketepatan eksekusinya.

    Realisasi Belanja Pemerintah Pusat tumbuh sebesar 5,4 persen (yoy). Peningkatan kinerja realisasi Belanja Pemerintah Pusat tersebut utamanya dipengaruhi oleh tumbuhnya realisasi belanja modal yang mendukung proyek infrastruktur dasar dan konektivitas, serta pengadaan peralatan/mesin.

    Sementara itu, belanja barang tumbuh antara lain karena dipengaruhi dukungan penanganan kesehatan/vaksinasi, dan penyaluran berbagai bantuan pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi.

    Dia juga mengatakan realisasi belanja subsidi sampai dengan Oktober 2021 mencapai Rp 144,4 triliun (82,4 persen dari pagu APBN 2021), atau meningkat 15,4 persen secara yoy dipengaruhi harga keekonomian dan realisasi penyaluran volume barang bersubsidi.

    Realisasi belanja subsidi tersebut meliputi subsidi energi sebesar Rp 97,6 triliun atau naik 20,0 persen (yoy), sementara itu, realisasi subsidi nonenergi sebesar Rp 46,9 triliun atau naik 6,8 persen (yoy).

    Realisasi belanja subsidi energi mencapai 88,3 persen dari pagu APBN 2021 yang utamanya bersumber dari subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan subsidi Liquefied Petroleum Gas (LPG) Tabung 3 Kg.

    Baca Juga: Defisit APBN Turun 33,7 Persen, Sri Mulyani: Pemulihan Ekonomi Sesuai Harapan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi dan Fakta-fakta Penembakan di Exit Tol Bintaro

    Terjadi insiden penembakan di Exit Tol Bintaro, Jakarta Selatan, pada Jumat malam, 26 November 2021. Salah satu dari korban meninggal dunia.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)