Menengok Tambang Emas Archi Indonesia Milik Peter Sondakh di Minahasa Utara

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Blok Araren, yang menjadi blok terbesar dari total empat blok di Tambang Emas Toka Tindung, di bawah pengelolaan PT Archi Indonesia Tbk melalui dua anak perusahaan, PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN) di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Kamis, 25 November 2021. Tempo/Fajar Pebrianto

    Blok Araren, yang menjadi blok terbesar dari total empat blok di Tambang Emas Toka Tindung, di bawah pengelolaan PT Archi Indonesia Tbk melalui dua anak perusahaan, PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN) di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Kamis, 25 November 2021. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kegiatan di Tambang Emas Toka Tindung, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, kini terus berkembang. Ini merupakan salah satu wilayah operasi pertambangan emas terbesar di kawasan Asia Tenggara yang dikelola oleh PT Archi Indonesia Tbk (ARCI).

    Archi merupakan bagian dari PT Rajawali Corpora atau Rajawali, perusahaan milik pengusaha Peter Sondakh. Saat ini perusahaan menargetkan bisa menggarap lini bisnis dari hulu sampai ke hilir. Mulai dari eksplorasi, kontraktor penambangan, pabrik pengolahan, dan produk logam emas batangan.

    "Kami ingin menjadi perusahaan pure-play emas yang terintegrasi," kata Deputy Chies Executive Oficer, Archi Indonesia, saat ditemui di Kota Manado, Sulawesi Utara, Kamis, 25 November 2021.

    Tambang emas ini berada sekitar 2,5 jam perjalanan mobil dari Manado. Kawasan tambang pun berada di area perbukitan sehingga jalan menuju ke lokasi menempuh jalur mendaki. Jalan menuju ke tambang ini juga melewati Desa Tatelu yang menjadi lokasi para penambang emas rakyat.

    Total luas konsesi tambang yang dikelola oleh Archi Indonesia di sini mencapai 40 hektare. Konsesi ini dipegang lewat dua anak perusahaan. PT Meares Soputan Mining (MSM) yang berdiri sejak 1986 sekitar, 9 ribu hektare dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN) yang berdiri pada 1997, sekitar 31 ribu hektare.

    Keduanya merupakan pemegang Kontrak Karya (KK) untuk kawasan ini sampai 2041. KK ini pun bisa diperpanjang kembali selama 2 x 10 tahun dalam bentuk Izin Usaha Pertambangan Khusus alias IUPK. Meski demikian, belum semua area konsensi ini sebenarnya yang sudah digarap oleh Archi Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Larang WNA dari 11 Negara Masuk untuk Cegah Varian Omicron

    Pemerintah telah berupaya membendung varian Omicron dari Covid-19. Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah sudah membuat sejumlah kebijakan.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)