Sri Mulyani Sebut Defisit APBN Rp 548,9 T Lebih Baik dari Tahun Lalu, Kenapa?

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Menteri Keuangan Sri Mulyani didampingi jajarannya memberikan keterangan terkait realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 19 Maret 2019. Sri Mulyani melaporkan realisasi APBN hingga akhir Februari 2019, tercatat Rp54,61 triliun atau 0,34 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). TEMPO/Tony Hartawan

    Menteri Keuangan Sri Mulyani didampingi jajarannya memberikan keterangan terkait realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 19 Maret 2019. Sri Mulyani melaporkan realisasi APBN hingga akhir Februari 2019, tercatat Rp54,61 triliun atau 0,34 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan hingga Oktober 2021, tercatat pendapatan negara sebesar Rp 1.510 triliun dan belanja negara sebesar Rp 2.058,9 triliun. Dengan begitu, anggaran pendapatan dan belanja negara atau APBN mencatatkan defisit sebesar Rp 548,9 triliun.

    "Dalam APBN total defisitnya tadinya akan didesain Rp 1.006,4 triliun. Jadi Rp 548,9 trilun itu 54,5 persen dari target defisit APBN," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual Kamis, 25 November 2021.

    Bila dibandingkan dengan tahun lalu yang defisit total APBN mencapai Rp 764,8 triliun, makan defisit anggaran tahun ini turun sekitar 28,2 persen. "Drop sangat tinggi dan ini menunjukkan kesehatan atau tren yang membaik," ucapnya.

    Ia menjelaskan, dari postur APBN tersebut terlihat perkembangan sesuai harapan pemerintah yakni struktur anggaran yaitu menjadi lebih sehat. "Namun tetap bisa menopang dan mendorong dan mendukung pemulihan ekonomi."

    Kalau dilihat dari persentase terhadap Produk Domestik Bruto atau PDB, defisit APBN Oktober 2021 di 3,29 persen. Persentase itu juga lebih rendah dibandingkan defisit tahun lalu yang mencapai 4,67 persen dari PDB.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Larang WNA dari 11 Negara Masuk untuk Cegah Varian Omicron

    Pemerintah telah berupaya membendung varian Omicron dari Covid-19. Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah sudah membuat sejumlah kebijakan.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)