Luhut: Pasar Modal Berperan Sangat Vital dalam Mendorong Kemajuan Indonesia

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pada awal September, Presiden Joko Widodo menunjuk Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Ketua Tim Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) Penunjukan itu tertuang dalam Surat Keputusan Presiden Nomor 15 Tahun 2021. (ANTARA/Youtube Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI)

    Pada awal September, Presiden Joko Widodo menunjuk Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Ketua Tim Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) Penunjukan itu tertuang dalam Surat Keputusan Presiden Nomor 15 Tahun 2021. (ANTARA/Youtube Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pasar modal memiliki peran yang sangat vital dalam mendorong kemajuan Indonesia.

    "Pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam dekade terakhir tidak lepas dari dukungan pasar modal," kata Luhut dalam dalam pembukaan Capital Market Summit & Expo secara virtual, Kamis, 14 Oktober 2021.

    Menurutnya, pasar modal berkontribusi sebagai penyedia dana untuk pembangunan.

    Kendati begitu, Luhut juga menyoroti ihwal kedalaman pasar keuangan Indonesia yang masih rendah. "Saat ini tingkat kedalaman pasar keuangan Indonesia relatif lebih rendah dibandingkan kawasan emerging market lainnya," ujarnya.

    Dia mengatakan kapitalisasi pasar modal Indonesia pada 2020 baru sebesar 47 persen dari produk domestik bruto atau PDB. Angka itu di bawah India yang sebesar 99 persen dan Malaysia 130 persen terhadap PDB.

    Karena itu, kata dia, inisiatif dan akselerasi perkembangan pasar keuangan, perlu diupayakan. Dia melihat upaya yang telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir, menunjukkan capaian yang patut dibanggakan terutama di tengah tantangan Covid 19.

    Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Inarno juga mengatakan jumlah investor pasar modal atau identitas tunggal investor (SID) baru terus mengalami peningkatan dalam delapan bulan terakhir di 2021.

    "Berdasarkan data KSEI per 31 September 2021, SID (identitas tunggal investor) pasar modal Indonesia telah mencapai lebih dari 6,4 juta SID, termasuk di dalamnya adalah 2,9 juta SID saham," ujarnya.

    Peningkatan itu, kata dia, mencapai rekor baru atau telah bertambah 1 juta investor saham baru.

    Selain itu, jumlah perusahaan yang terdaftar di BEI juga mengalami peningkatan menjadi 750 perusahaan tercatat per 30 September 2021. Dari jumlah itu terdapat penambahan baru sebanyak 38 listed company.

    "Semoga pasar modal kita terus memberikan kinerja yang baik, dgn demikian dapat membantu pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi yang kita hadapi," kata Inarno.

    Baca Juga: Bos BEI: Investor Pasar Modal Capai 6,4 Juta per Akhir September

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Biarkan Satu Teman Yang Toxic Mempengaruhi Anda

    Berikut 5 tanda persahabatan yang beracun atau Toxic friendship, perlu evaluasi apakah harus tetap berteman atau cukup sampai di sini.