Bos BEI: Investor Pasar Modal Capai 6,4 Juta per Akhir September

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djayadi. ANTARA/Mohamad Hamzah

    Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djayadi. ANTARA/Mohamad Hamzah

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia atau BEI Inarno Djajadi mengatakan jumlah investor saham atau identitas tunggal investor (SID) di pasar modal baru terus meningkat dalam delapan bulan terakhir di 2021.

    "Berdasarkan data KSEI per 31 September 2021, SID pasar modal Indonesia telah mencapai lebih dari 6,4 juta SID, termasuk di dalamnya adalah 2,9 juta SID saham," kata Inarno dalam pembukaan Capital Market Summit & Expo secara virtual, Kamis, 14 Oktober 2021.

    Peningkatan itu, kata dia, mencapai rekor baru atau telah bertambah 1 juta investor saham baru.

    "Hal ini patut kita syukuri dan banggakan, karena antusias masyarakat untuk berinvestasi dan menjadi bagian dari pasar modal masih sangat tinggi," ujarnya.

    Tidak hanya jumlah investor saja yang bertambah, menurutnya, jumlah perusahaan yang terdaftar di BEI juga mengalami peningkatan menjadi 750 perusahaan tercatat per 30 September 2021. Dari jumlah itu terdapat penambahan baru sebanyak 38 listed company.

    Dia menuturkan di masa pandemi Covid-19 memang menghadirkan tantangan bagi ekonomi dan pasar modal Indonesia. Karena itu, penyesuaian besar-besaran dilakukan untuk menjamin keberlanjutan pasar, salah satunya dengan pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan operasional. Hal itu termasuk dalam pelaksanaan kegiatan edukasi dan sosialisasi pasar modal.

    "Sangat membanggakan, di tengah tantangan tersebut kita bisa mencapai hasil-hasil yang sangat baik, salah satunya dalam hal penambahan jumlah investor, perusahaan tercatat, maupun aktifitas perdagangan," kata Inarno.

    Baca: Wanda Hamidah Cerita Alasannya Buka Masalah dengan Prudential ke Publik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Persebaran Pengungsi di Indonesia Menurut UNHCR

    PBB mengucurkan dana untuk program respons sosial ekonomi inklusif untuk menghadapi Covid-19. UNHCR mendata persebaran penerima manfaat di Indonesia.