RI Akan Kantongi Investasi dari Belanda untuk Pabrik Pakan Senilai Rp 725 Miliar

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia memberikan kata sambutan saat menghadiri acara silaturahim bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Kadin Sulaweai Barat  di Mamuju, Sulawesi Barat, Selasa 22 Juni 2201. ANTARA FOTO/ Akbar Tado/yu.

    Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia memberikan kata sambutan saat menghadiri acara silaturahim bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Kadin Sulaweai Barat di Mamuju, Sulawesi Barat, Selasa 22 Juni 2201. ANTARA FOTO/ Akbar Tado/yu.

    TEMPO.COJakarta – Indonesia akan mendapatkan tambahan investasi dari perusahaan peternakan asal Belanda, De Heus, senilai US$ 50 juta atau Rp 725 miliar (asumsi kurs Rp 14.500). Rencana investasi itu merupakan perluasan dari proyek sebelumnya untuk pembangunan pakan ternak di Kawasan Industri Pasuruan, Jawa Timur serta pembangunan rumah potong hewan.

    Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan investor tersebut untuk menggandeng pengusaha lokal saat merealisasikan investasinya. Ketentuan ini telah diatur pemerintah dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

    “Kami juga ingatkan agar nantinya De Heus bekerja sama dengan UMKM dan pengusaha lokal di daerah dalam merealisasikan rencana investasinya. Untuk pengurusan perizinan dan insentif, kita akan bantu,” ujar Bahlil dalam pertemuan langsung dengan CEO De Heus Animal Nutrition Koen de Heus di Amsterdam, Belanda, seperti dikutip dalam keterangan tertulis, Selasa, 12 Oktober 2021.

    Bahlil mengatakan Indonesia menyambut baik rencana perluasan investasi De Heus. Dia memastikan pemerintah siap memfasilitasi pengurusan perizinan dan insentif fiskal sesuai dengan beleid yang berlaku.

    Adapun ia menjelaskan, saat ini Indonesia sedang membangun 30 ribu hektare lahan untuk tanaman jagung di Papua guna mendukung bahan baku. Lahan itu diklaim bisa menampung kapasitas produksi hingga 900 ribu ton per tahun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Larang WNA dari 11 Negara Masuk untuk Cegah Varian Omicron

    Pemerintah telah berupaya membendung varian Omicron dari Covid-19. Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah sudah membuat sejumlah kebijakan.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)