Ekonomi Bergeliat, Bisnis Logistik Akan Tumbuh 10 Persen Menjelang Akhir 2021

Pekerja menyortir obat Covid-19 di gerai ekspedisi pengiriman barang Sicepat di Jalan K.S Tubun, Petamburan, Jakarta, Sabtu, 17 Juli 2021. Pemerintah Pusat resmi membagikan sebanyak 300.000 paket obat gratis berupa multivitamin, Azithtromycin, dan Oseltamivir bagi pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di Pulau Jawa dan Bali. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta -Senior Consultant Supply Chain Indonesia (SCI) Sugi Purnoto memprediksi bisnis logistik dapat tumbuh sampai dengan 10 persen menjelang akhir 2021, seiring dengan mulai bergeliatnya seluruh sektor ekonomi di dalam negeri.

Dia pun berharap tidak ada varian baru Covid-19 yang masuk ke Indonesia, sehingga kondisi pandemi di Tanah Air akan stabil, bahkan menuju nihil atau zero kasus, baik yang terpapar baru maupun yang meninggal dunia.

“Dengan kondisi seperti ini nanti akan mendorong industri, khususnya di logistik ini di akhir tahun bisa tumbuh sampai dengan 10 persen, karena seluruh kegiatan sudah mulai bergerak,” ujarnya seperti dikutip dari Bisnis, Minggu, 19 September 2021.

Menurut Sugi, sektor logistik bisa terus bertumbuh dengan dibukanya kembali tempat-tempat pariwisata. Selain itu, kegiatan yang dikenal dengan hotel, restoran, dan kafe (Horeka) juga mulai beroperasi pascapelonggaran pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

“Dengan terjadinya peningkatan [operasional] itu, secara otomatis logistiknya juga akan meningkat, khususnya industri makanan dan minuman.

Hal itu akan mendorong peningkatan bahkan lebih dari 20 persen khusus untuk segmen ini, karena sebelumnya kan mereka tutup atau hanya diizinkan buka untuk take away, dan sekarang orang sudah bisa dine in juga,” jelas Sugi.

Dia menilai, beberapa barang kebutuhan perayaan Natal dan Tahun Baru juga berpotensi meningkat, sehingga tetap mendorong sektor logistik dan pengiriman barang.

Sebelumnya, Sugi menyebut bahwa pertumbuhan pengiriman barang dari kategori esensial dan kritikal terus bertumbuh selama pandemi, terutama sepanjang penerapan PPKM. Menurutnya, pertumbuhan didominasi oleh permintaan barang berupa obat-obatan dan alat kesehatan yang mencapai 1,5 kali lipat.

Untuk permintaan kebutuhan pokok, dia menyebut, sejauh ini masih stabil. Sebab, yang berubah hanya pola belanja masyarakat dari semula dilakukan secara langsung (offline) menjadi menggunakan sistem daring (online).

Lebih lanjut, dia menilai, peningkatan juga dipengaruhi oleh kelancaran arus distribusi. Pasalnya, pengiriman kebutuhan logistik tetap beroperasi penuh meski terjadi pembatasan mobilitas masyarakat.

“Kalau kami akumulasikan, maka secara volume kritikal esensial ini meningkat 5–10 persen, sedangkan kebutuhan pokok relatif stabil. Hanya polanya saja yang berubah dari biasanya offline menjadi online,” imbuhnya.

Baca Juga: Ada Skandal EODB, Pemerintah Diminta Ubah Acuan Keberhasilan Iklim Investasi






PBSI Gelar Kejurnas Bulu Tangkis Usai Absen 2 Tahun, Ada Total Hadiah Rp 1,1 Miliar

57 menit lalu

PBSI Gelar Kejurnas Bulu Tangkis Usai Absen 2 Tahun, Ada Total Hadiah Rp 1,1 Miliar

PBSI menyatakan Kejurnas bulu tangkis untuk menjaring bakat-bakat baru yang akan mengisi Pelatnas Cipayung.


Pandemi dan Perang Ukraina Sebabkan Negara-negara Afrika Dilanda Krisis Pangan

2 jam lalu

Pandemi dan Perang Ukraina Sebabkan Negara-negara Afrika Dilanda Krisis Pangan

Negara-negara Afrika yang menghadapi krisis pangan, membutuhkan dukungan likuiditas. Dalam beberapa kasus ada negara yang membutuhkan keringanan utang


Ekonomi Mulai Bangkit, Sri Mulyani Sebut Defisit APBN Tahun Ini Turun jadi Rp 598 T

3 jam lalu

Ekonomi Mulai Bangkit, Sri Mulyani Sebut Defisit APBN Tahun Ini Turun jadi Rp 598 T

Sri Mulyani menyatakan Indonesia dapat menangani pandemi sekaligus mengelola dampak sangat baik dibandingkan banyak negara-negara lain di dunia.


Usul Dana Pembangunan IKN 2023 Rp 12,7 T, Menteri PUPR Surati Sri Mulyani

2 hari lalu

Usul Dana Pembangunan IKN 2023 Rp 12,7 T, Menteri PUPR Surati Sri Mulyani

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengirim surat ke Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati perihal usulan kebutuhan anggaran percepatan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN)


Airlangga Ingatkan Ada Pemda Belum Terapkan Kebijakan Pengendalian Inflasi

4 hari lalu

Airlangga Ingatkan Ada Pemda Belum Terapkan Kebijakan Pengendalian Inflasi

Tekanan pada inflasi diperkirakan masih tinggi, terutama pada akhir tahun, menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2022 dan tahun baru.


Marak Pembobolan Rekening Bermodus Link Aplikasi Pengiriman Barang, Ini Penjelasan Asosiasi Logistik

4 hari lalu

Marak Pembobolan Rekening Bermodus Link Aplikasi Pengiriman Barang, Ini Penjelasan Asosiasi Logistik

Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) menanggapi soal maraknya modus pembobolan rekening bank melalui tautan atau link yang mengatasnamakan aplikasi pengiriman barang dan jasa.


Jokowi Ungkap Sejumlah Kesulitan dalam Distribusi Logistik Korban Gempa Cianjur

7 hari lalu

Jokowi Ungkap Sejumlah Kesulitan dalam Distribusi Logistik Korban Gempa Cianjur

Presiden Jokowi mengakui adanya kesulitan dalam mendistribusikan logistik untuk korban Gempa Cianjur, Jawa Barat.


39 Korban Gempa Cianjur Belum Ditemukan, Jokowi: Kondisi Curam, Masih Hujan

7 hari lalu

39 Korban Gempa Cianjur Belum Ditemukan, Jokowi: Kondisi Curam, Masih Hujan

Presiden Jokowi kembali mengujungi lokasi Gempa Cianjur dan memastikan proses evakuasi akan menjadi prioritas


Jalur Berliku Distribusi Logistik untuk Korban Gempa Cianjur

7 hari lalu

Jalur Berliku Distribusi Logistik untuk Korban Gempa Cianjur

Alat berat dan kendaraan pengangkut logistik untuk korban gempa Cianjur terhalang oleh putusnya jembatan.


Pulih dari Pandemi Covid-19, Sri Mulyani Ingatkan Risiko Baru yang Bikin Inflasi RI Tinggi

7 hari lalu

Pulih dari Pandemi Covid-19, Sri Mulyani Ingatkan Risiko Baru yang Bikin Inflasi RI Tinggi

Sri Mulyani menyebut tahun 2023 akan menjadi salah satu masa pemulihan pasca pandemi yang paling menantang secara global.