BEI Targetkan Transaksi Harian Saham Naik Jadi Rp 13,5 Triliun Tahun Depan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nasabah tengah memantau pergerakan saham dari rumah tinggalnya saat melakukan WFH di Jakarta, Kamis, 15 Juli 2021. Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,13 persen atau 67,54 poin ke level 6.046,75. Tempo/Tony Hartawan

    Nasabah tengah memantau pergerakan saham dari rumah tinggalnya saat melakukan WFH di Jakarta, Kamis, 15 Juli 2021. Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,13 persen atau 67,54 poin ke level 6.046,75. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Perdagangan dan Anggota Bursa Bursa Efek Indonesia (BRI) Laksono Widodo mengungkapkan pada tahun mendatang perseroan menargetkan rata-rata nilai transaksi harian atau RNTH bisa lebih tinggi daripada realisasi selama tahun berjalan 2021.

    “Target tahun depan sebesar Rp 13,5 triliun,” katanya pada Selasa, 14 September 2021.

    Adapun selama tahun berjalan, BEI mencatatkan RNTH sebesar Rp 13,07 triliun. Dengan demikian, realisasi tersebut telah melampaui 53,76 persen target dan juga melebihi total RNTH 2020 sebesar 42,06 persen.

    Laksono menambahkan hingga akhir tahun tidak ada perubahan target RNTH. Dia juga berterima kasih atas partisipasi investor retail yang kuat di tahun ini dengan menyumbang 60 persen dari nilai transaksi BEI antara Januari hingga Agustus 2021.

    Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi menambahkan bahwa faktor pendorong pertumbuhan RNTH adalah jumlah investor yang terus meningkat.

    “Jumlah dan aktivitas investor kita bertambah dengan signifikan. Segmen investor domestik retail pun semakin aktif bertransaksi,” katanya kepada Bisnis pada Selasa.

    Hasan menambahkan saat ini 59,1 persen dari total nilai transaksi berasal dari investor domestik ritel. Selain itu, Hasan mengungkapkan jumlah dan variasi perusahaan tercatat terus bertambah.

    Pasalnya selama tahun berjalan, BEI telah mencatatkan 38 perusahaan baru tahun ini serta puluhan emiten lain yang masih mengantre di pipeline IPO. Hal itu, lanjutnya, menambah pilihan investasi bagi investor pasar modal yang semakin beragam dan menyesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan serta profil risiko investasinya.

    “Hal ini membuat semakin likuid dan memperdalam pasar kita, disamping memperkuat daya tahan dari pasar, karena saat ini porsi investor domestik kita sudah semakin besar dan kuat ya,” kata Direktur Pengembangan BEI tersebut.

    Baca juga: BEI: 2021, Investor Asing Beli Bersih di Pasar Modal Rp 21,05 T


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.