Sri Mulyani Sebut Utang adalah Instrumen untuk Selamatkan Warga dan Ekonomi

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menkeu Sri Mulyani saat bicara soal kondisi keuangan negara terutama masalah hutang luar negeri Indonesia di kantor Dirjen Pajak, Jakarta, Minggu (14/6). Dia membantah bahwa BLT berasal dari pinjaman luar negeri. TEMPO/Adri Irianto

    Menkeu Sri Mulyani saat bicara soal kondisi keuangan negara terutama masalah hutang luar negeri Indonesia di kantor Dirjen Pajak, Jakarta, Minggu (14/6). Dia membantah bahwa BLT berasal dari pinjaman luar negeri. TEMPO/Adri Irianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan utang adalah instrumen untuk menyelamatkan warga negara dan perekonomian.

    "Kenapa kita harus menambah utang? Seolah menambah utang menjadi tujuan. Padahal dia adalah instrumen whatever it takes untuk menyelamatkan warga negara dan perekonomian kita," ujar Sri Mulyani dalam sebuah acara bedah buku, Sabtu, 24 Juli 2021.

    Ia mengatakan pandemi Covid-19 adalah tantangan yang luar biasa. Pagebluk tidak hanya mengancam jiwa manusia, namun juga mampu mempengaruhi dan mengoyak perekonomian suatu negara.

    Semua negara di dunia menggunakan instrumen kebijakan untuk bisa menangani pandemi Covid-19 dan dampak sosial ekonomi serta keuangan. Pandemi adalah tantangan yang luar biasa.

    "Itu membutuhkan respon kebijakan yang extraordinary. Salah satunya APBN yang harus menjawab begitu banyak tantangan di masa pandemi ini," tutur mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia.

    Tantangan tersebut antara lain kebutuhan meningkatkan anggaran di bidang kesehatan, bansos membantu masyarakat, membantu daerah, dan menjaga perekenomian. Hal ini terjemahannya adalah suatu beban APBN yang luar biasa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.