Selama PPKM Darurat, Luhut Sebut Anggaran Bansos Ditambah Rp 39,19 Triliun

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara sepeda motor menerobos titik penyekatan di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis, 15 Juli 2021. TEMPO/M YUSUF MANURUNG

    Pengendara sepeda motor menerobos titik penyekatan di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis, 15 Juli 2021. TEMPO/M YUSUF MANURUNG

    TEMPO.CO, Jakarta - Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali, Luhut Pandjaitan menyatakan pemerintah akan menambah anggaran bantuan sosial atau bansos senilai Rp 39,19 triliun. Anggaran ini akan digelontorkan untuk masyarakat yang membutuhkan di tengah lonjakan kasus Covid-19 saat PPKM Darurat.

    "Bapak Presiden telah memerintahkan kepada kami para menterinya untuk memberikan bantuan yang bisa diberikan untuk meringankan beban akibat PPKM," kata Luhut dalam konferensi pers Evaluasi Pelaksanaan PPKM Darurat, Sabtu petang, 17 Juli 2021. 

    Bantuan sosial itu meliputi beras 10 kilogram untuk 18,9 juta keluarga penerima manfaat. Selain itu, ada juga bantuan sosial tunai kepada 10 juta keluarga penerima manfaat.

    Berikutnya ada tambahan ekstra 2 bulan untuk 18,9 juta penerima manfaat sembako. Lalu bantuan sosial tambahan untuk 5,9 juta keluarga penerima manfaat usulan daerah.

    Selanjutnya, pemerintah menambah alokasi anggaran Rp 10 triliun untuk program Kartu Prakerja. Lalu perpanjangan subsidi listrik rumah tangga 450–900 VA tiga bulan sampai dengan Desember 2021.

    Pemerintah juga memperpanjang subsidi kuota internet 6 bulan dan subsidi abonemen listrik diperpanjang hingga Desember 2021.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.