Rencana IPO Gojek Cs Diyakini Bisa Dongkrak Kinerja Pasar Modal RI

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 4 Januari 2021. TEMPO/Tony Hartawan

    Karyawan melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 4 Januari 2021. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Rencana penawaran umum saham perdana atau IPO sejumlah perusahaan teknologi disambut positif oleh Chief Economist & Investment Strategist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Katarina Setiawan. Menurut dia, rencana itu dapat menjadi katalis yang menarik minat investor, baik asing maupun domestik, untuk kembali masuk ke pasar saham Indonesia.

    "Dengan potensi ekonomi digital yang besar di Indonesia, saham perusahaan teknologi Indonesia akan mendapat perhatian dari investor secara global, terutama setelah porsi investor asing menurun beberapa tahun ini," ujar Katarina dalam pernyataan di Jakarta, Rabu, 16 Juni 2021.

    Menurut Katarina, dengan IPO perusahaan teknologi tersebut, terbuka potensi aliran dana asing kembali masuk ke pasar saham Indonesia dan berdampak positif pada kinerja IHSG. "Tidak hanya bagi pasar saham, potensi portfolio flow juga dapat berdampak positif bagi neraca pembayaran Indonesia ke depannya," katanya.

    Katarina menjelaskan, berbeda dengan ekonomi riil Indonesia di mana perusahaan teknologi telah berkembang, di pasar saham Indonesia eksposur terhadap sektor teknologi masih sangat rendah. Belum banyak perusahaan teknologi besar yang melakukan IPO di pasar Indonesia.

    ADVERTISEMENT

    Bobot sektor teknologi dalam IHSG hanya sekitar 0,8 persen, jauh lebih kecil dari bobot tersebut di pasar Amerika Serikat misalnya yang mencapai 27 persen dalam indeks S&P 500, atau mencapai 18 persen dalam indeks MSCI Asia Pacific.

    "Hal ini juga yang menjadi salah satu faktor mengapa kinerja pasar saham Indonesia tertinggal atau underperform dibanding pasar saham regional dalam beberapa tahun ke belakang, karena minat investor global yang sangat tinggi terhadap sektor teknologi, sehingga aliran dana investor ke Asia mengalir ke pasar saham negara-negara yang memiliki eksposur tinggi di sektor teknologi seperti China, Taiwan, dan Korea Selatan," ujar Katarina.

    Tiga perusahaan teknologi rintisan berstatus unicorn dan decacorn dikabarkan akan masuk ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun ini yaitu entitas gabungan Gojek dan Tokopedia yaitu GoTo, Bukalapak, dan Traveloka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.