Mayoritas Kreditur Setujui Permintaan Sritex Memperpanjang PKPU 120 Hari

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pabrik tekstil PT Sritex. Sritex.co.id

    Suasana pabrik tekstil PT Sritex. Sritex.co.id

    TEMPO.CO, JakartaPenasihat Hukum PT Sri Rejeki Isman Tbk., Patra M Zaen, menyebutkan mayoritas kreditur menyetujui perpanjangan masa penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) Sritex dan tiga entitasnya dari PKPU sementara menjadi PKPU tetap. "Debitur memohon dapat diperpanjang 120 hari," kata Patra, Jumat, 11 Juni 2021. 

    Adapun sidang putusan perpanjangan PKPU akan berlangsung pada 21 Juni 2021 di Pengadilan Niaga Semarang, Jawa Tengah.

    Dalam rapat sebelumnya di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Semarang, kata Patra, ada beberapa usulan kreditur kepada pengurus serta hakim pengawas mengenai lama waktu perpanjangan. 

    Usulan ini akan disampaikan ke Majelis Hakim Perkara PKPU Sritex untuk diberikan putusan. "Penetapan PKPU tetap akan diberikan pada Senin 21 Juni 2021 mendatang," ucap Patra.

    Sebelumnya, Hakim PN Semarang mengabulkan gugatan PKPU yang diajukan CV Prima Karya kepada Sritex.

    Dengan demikian, perusahaan tekstil dengan kode emiten SRIL itu dan tiga anak usahanya yakni Sinar Pantja Djaja, Bitratex Industries, dan Primayudha Mandirijaya resmi menyandang status PKPU Sementara untuk 45 hari setelah putusan diketok. Putusan itu disampaikan majelis hakim dalam persidangan dengan agenda pemberitahuan putusan di Pengadilan Negeri Semarang, Kamis, 6 Mei 2021.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.