Terkini Bisnis: Penolakan PPN Sembako, Patung Soekarno di Bukit Algoritma

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana penjualan bahan pokok dan sayur mayur di Pasar Tebet, Jakarta, Kamis 10 Juni 2021. Pemerintah berencana untuk mengenakan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk kebutuhan pokok atau sembako. Tempo/Tony Hartawan

    Suasana penjualan bahan pokok dan sayur mayur di Pasar Tebet, Jakarta, Kamis 10 Juni 2021. Pemerintah berencana untuk mengenakan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk kebutuhan pokok atau sembako. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta -Berita terkini ekonomi dan bisnis dimulai dengan penolakan kebijakan PPN sembako dari sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, dan perikanan. Kemudian penjelasan dari manajemen PT Lion Mentari Airlines ihwal wafatnya Wakil Bupati Kepulauan Sangihe Helmud Hontong di pesawat Lion Air JT 740 rute Bali-Makassar, Rabu, 9 Juni 2021.

    Selain itu informasi yang menyebutkan bahwa patung Presiden RI pertama, Soekarno, dengan ukuran besar akan dibangun di area proyek Bukit Algoritma. Hal itu disampaikan Ketua pelaksana KSO PT Kiniku Bintang Raya, Budiman Sudjatmiko. Berikut adalah ringkasan dari ketiga beritanya:

    1. Inilah Mereka yang Menyatakan Menolak Kebijakan PPN Sembako

    Masyarakat dari berbagai lapisan menolak rencana pemerintah mengenakan pajak pertambahan nilai atau PPN atas barang bahan pokok atau sembako dari sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, dan perikanan. Kebijakan itu tertuang dalam rencana perluasan objek PPN yang diatur di Revisi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

    Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar, misalnya, meminta pemerintah meninjau ulang rencana itu karena akan berpotensi memperberat kondisi masyarakat di tengah krisis. “Apalagi kebijakan tersebut digulirkan di masa pandemik dan situasi perekonomian saat ini yang sedang sulit," kata Cak Imin, panggilan akrab Muhaimin Iskandar, Kamis 10 Juni 2021.

    Cak Imin menilai upaya pemerintah mengenakan pajak pada bahan pokok akan membebani masyarakat karena saat ini pedagang pasar sedang mengalami kondisi sulit. Menurut dia, lebih dari 50 persen omzet dagang menurun.

    Ketua Umum DPP PKB itu menilai, jika sembako terkena PPN, akan berlaku teori efek domino. Artinya, saat daya beli masyarakat menurun, terutama pekerja atau karyawan perusahaan, perekonomian makin sulit untuk bangkit.

    Baca berita selengkapnya di sini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.