PLN Terapkan Sistem Digital di 53 Pembangkit Listrik

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan komisi XI di Gedung DPR, Jakarta.

    Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan komisi XI di Gedung DPR, Jakarta.

    TEMPO.CO, JakartaPT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN telah menerapkan terobosan digital power plant pada 53 unit pembangkit listrik sebagai upaya meningkatkan keandalan, efisiensi, dan daya saing perseroan dalam bidang penyediaan energi komersial. 

    Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan digitalisasi pembangkit listrik telah naik pada status business as usual yang artinya transisi tersebut telah menjadi cara baru perseroan dalam menjalankan bisnis energi sekarang dan di masa depan.

    “Percepatan digitalisasi pembangkit ini telah dimulai PLN sejak tahun lalu," kata Zulkifli dalam keterangannya di Jakarta, Minggu 6 Juni 2021.

    Penerapan sistem digital di 53 unit pembangkit listrik tersebut dijalankan oleh anak perusahaan PLN, yaitu 29 unit pembangkit oleh PT Indonesia Power dan 24 unit pembangkit lainnya oleh PT Pembangkitan Jawa-Bali.

    Jumlah kapasitas pembangkit yang tata kelolanya digital mencapai 30 gigawatt atau setara 75 persen dari total kapasitas pembangkit milik PLN.

    “Terobosan digital power plant ini termasuk yang kami percepat prosesnya mengingat unit-unit pembangkit listrik adalah infrastruktur utama perusahaan dalam menyediakan layanan kelistrikan bagi para pelanggan,” tambah Zulkifli.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.