BFI Finance dan Bank Jago Beri Penjelasan Soal Isu Akuisisi

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kantor Bank JAGO di Menara BTPN, Jakarta, Jumat 15 Januari 2021. TEMPO/Subekti.

    Kantor Bank JAGO di Menara BTPN, Jakarta, Jumat 15 Januari 2021. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Jago Tbk (ARTO) dikabarkan akan mengakuisisi perusahaan pembiayaan, PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN). Sekretaris Perusahaan Bank Jago Tjit Siat Fun kemudian memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) soal kabar yang beredar tersebut.

    "Sampai saat ini perseroan tidak mempunyai rencana untuk melakukan pengambilalihan PT BFI Finance Indonesia Tbk," kata dia dalam keterbukaan informasi BEI pada Jumat, 16 April 2021.

    Tjit Siat Fun juga memastikan bahwa tidak terdapat Informasi, fakta, atau kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.

    Di saat yang bersamaan, Direktur BFI Finance Sudjono juga memberikan penjelasan kepada BEI soal kabar tersebut. Sampai saat ini, kata dia, perseroan tidak mengetahui adanya informasi mengenai rencana akuisisi seperti yang diberitakan di media massa.

    "Sehingga perseroan tidak dapat mengklarifikasi kebenaran berita tersebut," kata Sudjono pada 16 April 2021.

    Dari data BEI per April 2021, konsorsium Trinugraha Capital & Co SCA masih menjadi pemegang saham terbesar di BFI Finance dengan jumlah 42,81 persen. Lalu, NTAsian Discovery Master Fund 8,25 persen, BFI Finance sendiri 6,28 persen, dan publik 42,66 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.