Singapura Lepas dari Jerat Resesi, Ekonomi Tumbuh 0,2 Persen di Kuartal I 2021

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Turis berfoto di sebelah patung singa Merlion di kawasan pusat bisnis Singapura 6 Februari 2015. [REUTERS / Edgar Su]

    Turis berfoto di sebelah patung singa Merlion di kawasan pusat bisnis Singapura 6 Februari 2015. [REUTERS / Edgar Su]

    TEMPO.CO, JakartaSingapura mencatatkan pertumbuhan ekonomi 0,2 persen year on year (yoy) pada kuartal pertama tahun ini. Pencapaian tersebut sekaligus mengukuhkan negara tersebut keluar dari jurang resesi akibat pandemi yang melanda sejak tahun lalu. 

    Pertumbuhan ekonomi positif ini adalah kali pertama sejak negara tersebut terpukul pandemi Covid-19 pada tahun lalu saat kasus pertama ditemukan pada 23 Januari 2020. Adapun pada kuartal pertama tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Singapura tercatat sebesar 0 persen, diikuti oleh kontraksi pada tiga kuartal selanjutnya.

    Adapun secara kuartalan (quarter-to-quarter/qtq), produk domestik bruto (PDB) Singapura tumbuh 2 persen pada periode Januari - Maret 2021. Angka ini melanjutkan pertumbuhan 3,8 persen pada kuartal terakhir tahun lalu. 

    Data-data tersebut adalah hasil estimasi awal dari Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura yang dirilis, Rabu, 14 April 2021. 

    Secara keseluruhan tahun, PDB Singapura mengalami penurunan hingga minus 5,4 persen. Hal tersebut adalah kontraksi pertama sejak 2001 dan yang terburuk sejak kemerdekaan Negeri Singa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.