Cerita Budi Waseso: Stok Aman hingga Klaim Tak Ada Impor Beras 3 Tahun

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama Perum BULOG Budi Waseso (kiri) bersama Menteri Sosial Juliari Batubara (tengah) meninjau truk berisi beras yang akan disalurkan saat peluncuran program bantuan sosial beras BULOG dan Kemensos untuk 10 juta keluarga penerima manfaat program keluarga harapan (KPM-PKH) di Komplek Gudang BULOG, Kelapa Gading, Jakarta, Rabu, 2 September 2020. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Direktur Utama Perum BULOG Budi Waseso (kiri) bersama Menteri Sosial Juliari Batubara (tengah) meninjau truk berisi beras yang akan disalurkan saat peluncuran program bantuan sosial beras BULOG dan Kemensos untuk 10 juta keluarga penerima manfaat program keluarga harapan (KPM-PKH) di Komplek Gudang BULOG, Kelapa Gading, Jakarta, Rabu, 2 September 2020. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta -Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyampaikan sejumlah komentar seputar perkembangan impor 1 juta ton beras. Mulai dari stok yang sama, MoU Indonesia dan Thailand sampai sisa impor beras  2018 yang masih tersedia di gudang mereka.

    Tempo merangkum sejumlah komentar Budi atau yang kerap disapa Buwas ini. Berikut di antaranya:

    1. Stok Sampai Mei 2021 Aman

    Dalam diskusi virtual dengan Relawan Perjuangan Demokrasi, Buwas memastikan stok beras nasional sampai Mei 2021 masih aman. Informasi ini persis dengan yang disampaikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo ke DPR pada 18 Maret 2021.

    "Hari ini, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) kita itu ada 902.000 ton, kurang lebih. Kalau secara keseluruhannya yang dikuasai Bulog itu mencapai 923.000 ton beras per hari ini," kata dia pada Kamis, 25 Maret 2021.

    Buwas pun berkomentar soal rencana impor 1 juta ton beras yang sudah disampaikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sampai Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi. Meski demikian, Buwas sadar Bulog hanya bertugas menerima penugasan pemerintah, bukan pengambil kebijakan.

    "Belum apa-apa kita sudah menyatakan impor, apalagi yang mendasar yaitu beras. Apalagi ini masa panen. Yang ngomong soal impor kan bukan saya karena saya bukan pengambil kebijakan, bukan pengambil keputusan," dia.

    2. MoU Indonesia-Thailand

    Di tengah rencana impor 1 juta ton beras, pada 11 Maret 2021, Indonesia dan Thailand dikabarkan akan menandatangani Mou pengadaan beras. MoU ini akan diteken akhir Maret 2021. Tapi belum diketahui pasti, apakah MoU ini memang berwujud impor 1 juta ton beras atau tidak.

    Terkait hal ini, Buwas mengatakan perusahaannya tidak berwenang atas kerja sama kedua negara tersebut. "Bukan urusannya Bulog,” kata dia dalam acara yang sama.

    Meski demikian, MoU ini bersifat perpanjangan dan bukan hal baru. Wakil Menteri Perdagangan 2011-2014 Bayu Krisnamurthi menyebut MoU ini bertujuan untuk jaminan pasokan bila sewaktu-waktu Indonesia butuh impor.

    “Ini bukan kali pertama dan sebelumnya juga ada MoU dengan Vietnam dan Thailand. Usianya lebih dari 10 tahun. Perpanjangan pun bersifat lumrah,” kata Bayu pada Bisnis Indonesia, Kamis, 11 Maret 2021.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H